Washington, LiputanIslam.com – Pasukan koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat (AS) masih aktif melancarkan serangan di Suriah sejak awal tahun 2019, meskipun Gedung Putih sudah mengumumkan keputusan untuk menarik pasukan AS dari Suriah.

Jadwal penarikan pasukan itu sendiri semakin kabur dengan adanya pernyataan-pernyataan terbaru yang beruntun dari Presiden AS Donald Trump.

Juru bicara Pentagon Sean Robertson kepada AFP, Senin (7/1/2019), mengatakan, “Pasukan koalisi terus memberikan bantuan kepada mitra Suriah kami dengan dukungan serangan udara dan serangan artileri di lembah Eufrat.”

Dia menyebutkan bahwa Pasukan Demokrasi Suriah (SDF), aliansi Kurdi dan Arab Suriah, yang didukung oleh AS telah membebaskan kota al-Kashmeh, provinsi Deir el-Zor, Suriah, dari tangan kelompok teroris ISIS pada 2 Januari 2019.

“Kami akan terus bekerja dengan koalisi dan mitra lokal kami untuk mengalahkan organisasi Negara Islam (IS/ISIS) secara permanen,” katanya, beberapa jam setelah Trump mengumumkan melalui Twitter-nya bahwa penarikan sekira 2000 personil Pasukan Khusus AS dari Suriah akan dilakukan “dengan kecepatan yang sesuai.”

Dalam pernyataan terbaru Trump mengatakan bahwa penarikan pasukan AS itu akan dilakukan selama beberapa waktu dan “pada langkah yang tepat.” (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*