Beirut, LiputanIslam.com –   Pasukan koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat (AS) membantah kabar bahwa pihaknya telah melancarkan serangan udara terhadap para pejuang Hizbullah Lebanon di bagian timur Suriah. Bersamaan dengan ini para aktivis melaporkan 45 warga sipil juga terbunuh akibat serangan udara pasukan koalisi tersebut.

“Serangan udara itu tidak dilakukan di kawasan operasi koalisi, kami memerangi  Negara Islam (IS/ISIS) di kawasan Raqqah dan timur Sungai Furat,”  tulis juru bicara pasukan koalisi ini, Kol. Ryan Dillon, Senin (2/10/2017).

Sebelumnya pada hari yang sama beredar kabar bahwa tujuh pejuang Hizbullah Lebanon terbunuh akibat serangan udara yang diduga kuat dilancarkan oleh jet tempur AS di Suriah timur.

Situs berita Khattamas yang berbasis di Lebanon melaporkan tujuh pejuang Hizbullah gugur akibat serangan jet tempur pasukan koalisi terhadap barak militer Hizbullah di kota Palmyra (Tadmur), provinsi Homs.

Sementara itu, para aktivis melaporkan bahwa angkatan udara koalisi internasional telah melakukan “pembantaian” di kota Raqqa, Suriah, karena serangan terbaru mereka di sana telah membunuh 45 warga sipil.

Pemerintah Suriah dan para aktivis sebelumnya juga sudah berulangkali menyatakan bahwa pasukan koalisi itu sudah sering membantai warga sipil di berbagai kawasan di Suriah, termasuk Raqqa.

Lembaga Human Right Watch (HRW) beberapa hari sebelumnya juga melaporkan bahwa serangan udara pasukan koalisi itu di sebuah kawasan dekat Raqqa pada bulan Maret lalu telah menewaskan 84 warga sipil, 30 di antaranya anak kecil.

Pasukan koalisi itu melancarkan serangan udara di Suriah sejak September 2014 tanpa meminta persetujuan pemerintah Suriah dengan dalih menumpas ISIS. (mm/rt/rayaloum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL