ICRC pesawatJenewa, LiputanIslam.com – Pasukan koalisi Arab pimpinan Arab Saudi yang melancarkan serangan udara ke Yaman melarang pesawat Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mendarat ke Sanaa, ibu kota Yaman, untuk mengirim suplai medis bagi para korban serangan. Bersamaan dengan, pemerintah Iran justru mengaku telah mengirim bantuan ke Yaman.

ICRC dalam statemennya “menyerukan penghapusan sesegera mungkin kendala yang menghalangi pengiriman suplai medis vital yang diperlukan untuk mengobati para korban pertempuran dan serangan udara yang telah berjalan satu pekan.”

“Kami masih belum memiliki izin dari para anggota koalisi,” ungkap Juru Bicara ICRC Sitara Jaben kepada Reuters di Jenewa, Swiss, Selasa kemarin (31/3/2015), tanpa menyebutkan secara persis otoritas mana yang bertanggungjawab dalam masalah perizinan itu.

Dia mengatakan bahwa pesawat lembaga penyalur bantuan independen ini membawa suplai medis yang cukup untuk mengobati 700 – 1000 korban luka, namun masih tertahan di Djibouti.

“Sejauh ini upaya untuk merundingkan kedatangan pesawat dengan selamat masih belum berhasil,” ujarnya, sembari mengingatkan bahwa suplai obat bagi para korban luka telah menipis di seluruh rumah sakit Yaman.

Sementara itu , IRNA, melaporkan Teheran telah mengirim bantuan ke Yaman melalui udara pada Selasa dini hari kemarin, namun kantor berita resmi Iran itu tidak menyebutkan mendarat di manakah pesawat pembawa bantuan non-militer Iran itu.

IRNA menyebutkan bahwa bantuan itu terdiri atas 19 ton obat-obatan, perlengkapan medis dan dua ton bahan makanan yang disediakan oleh lembaga Bulan Sabit Merah Iran.

Selasa kemarin serangan koalisi Arab memasuki hari keenam. Serangan itu dilancarkan dengan tujuan mengembalikan Abd Rabbuh Mansur Hadi ke posisinya sebagai presiden Yaman.

Hadi sendiri sebelumnya telah menyatakan mundur sebagai protes terhadap kelompok Syiah al-Houthi yang telah menggerakkan revolusi rakyat hingga kemudian menguasai Sanaa. Namun Hadi kemudian menarik pernyataan itu setelah melarikan diri dari Sana ke Aden serta mendapat dukungan kuat dari negara-negara Arab Teluk, terutama Arab Saudi. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*