yaman riyadh yaseenRiyadh, LiputanIslam.com –   Menteri luar negeri pemerintahan pengasingan Yaman Riyadh Yasin Kamis (13/8) menyatakan pasukan koalisi Arab pimpin Arab Saudi akan segera memulai operasi militer baru bersandi “Panah Emas” dengan tujuan “membebaskan Sanaa”.

Sebagaimana dilansir Asharq al-Awsat, Riyadh Yaseen menjelaskan bahwa operasi ini akan dimulai beberapa hari lagi dan berlanjut selama sedikitnya sembilan minggu hingga pasukan koalisi dapat menguasai Sanaa, ibu kota Yaman.

“Dalam jangka waktu lima bulan ke depan pemerintahan Abd Rabbuh Mansur Hadi (presiden pelarian Yaman) akan pulih di Aden,” katanya.

Arab Saudi memulai serangannya terhadap Yaman sejak 26 Maret lalu dengan beberapa tujuan, terutama memulihkan pemerintahan presiden Mansur Hadi yang kini terasing di Riyadh, ibu kota Saudi, menyusul peristiwa revolusi rakyat yang digerakkan oleh milisi gerakan Ansarullah (Houthi). Serangan Saudi dan sekutunya kini sudah berlangsung selama lebih dari empat bulan, namun tak ada satupun tujuan Saudi tercapai.

Betapapun demikian, Riyadh Yaseen dalam pernyataannya di sebuah acara televisi telah menunjukkan optimismenya bahwa pasukan koalisi Arab pada akhirnya akan dapat menumpas milisi Ansarullah dan para sekutunya.

Dia menegaskan bahwa pada tahap politik selanjutnya di Yaman, gerakan Ansarullah tidak akan dilibatkan lagi dalam kegiatan politik di negara ini, kecuali apabila mereka “meletakkan senjata dan berhenti berhubungan dengan Iran.”

Dia juga mendesak masyarakat internasional supaya mantan presiden Yaman Ali Abdullah Shaleh yang turut memerangi presiden pelarian Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi diadili.

Sementara itu, pejabat keamanan Yaman Riyadh Abdel Malik al-Thai menegaskan bahwa tentara dan pasukan rakyat Yaman berhasil mengungkap dan menghancurkan tempat-tempat persembunyian militan takfiri di Marib serta dapat menghalau serangan pasukan teroris terhadap al-Naqwah al-Shabwah.

“Sekelompok teroris anggota ISIS hari bermaksud bergerak maju dari kawasan Azan ke arah kawasan al-Naqbah, namun para pejuang dari pihak tentara dan komite-komite rakyat dapat menghalau serangan itu sehingga upaya mereka menyusup ke al-Naqbah gagal,” tuturnya.
Dia menambahkan bahwa dalam peristiwa itu kawanan teroris menderita banyak kerugian sehingga memilih mundur ke kota Azan. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL