pasukan anti teror irakBaghdad, LiputanIslam.com – Pasukan khusus anti terorisme Irak menyerbu sebuah markas operasi ISIS dan berhasil menangkap empat penasehat militer ISIS yang sebagian di antaranya memegang paspos Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Sebagaimana dikutip lembaga pemberitaan Iran, Fars, Jumat (6/3/2015), seorang pejabat keamanan Irak bidang pemberantasan terorisme mengatakan, “Dalam sebuah operasi penghancuran pusat pengelolaan operasi ISIS, pasukan khusus Irak telah menangkap empat penasehat militer yang tiga di antaranya memegang paspor AS dan Israel, sedangkan satu lainnya memegang paspor salah satu negara Arab Teluk Persia.”

Pejabat yang tak disebutkan namanya itu menambahkan, “Setelah mendapat informasi mengenai adanya sebuah pusat operasi canggih ISIS yang melibatkan para penasehat asing di kawasan terpencil Tel Abtah di daerah Mosul, pasukan khusus dari badan penumpasan terorisme Irak melancarkan operasi kilat dengan sandi ‘Sengat Kalajengking’ segera menyerbu dan menguasai markas itu. Kemudian, setelah menangkap atau menewaskan beberapa anggota ISIS, pasukan khusus meledakkan markas itu.”
Sumber itu mengatakan empat penasehat militer ISIS tersebut lantas digelandang menuju Baghdad.

Enam Tokoh Ganas ISIS Tewas

Sementara itu, pasukan relawan al-Hasyd al-Syakbi dalam operasi pembebasan Tikrit, ibu kota provinsi Salahuddin, telah menghabisi enam tokoh ISIS yang dikenal sangat  ganas dan berbahaya di kawasan Tazah dan Tuz Khurmato, Salahuddin.

Para tokoh ISIS itu adalah Abu Daham al-Jazrawi, Abu Anas al-Jazrawi, Amuri al-Libi, Abu Anwar al-Somali, Khitab al-Uzbeki dan Abu Muslim al-Uzbeki.

Al-Hasyd al-Sakbi juga telah membombardir dan menghancur leburkan beberapa posisi penting ISIS di Tikrit, termasuk gedung perusahaan Ford di kawasan al-Elm yang menjadi pangkalan bom mobil dan sebuah bangunan pencatatan akta kepemilikan yang menjadi markas para sniper ISIS.

Selain itu, pasukan relawan Irak itu juga telah menutup jalur pelarian terakhir para teroris takfiri ISIS dari provinsi Salahuddin, yaitu jalur Fathah – Sharqat di utara Tikrit yang sebelumnya telah menjadi jalur kaburnya sejumlah besar komandan ISIS.

Berbagai laporan menyebutkan bahwa pasukan gabungan Irak yang terdiri atas tentara, polisi federal, relawan al-Hasyd al-Syakbi dan kelompok-kelompok pasukan adat terus bergerak maju ke berbagai kawasan yang semula dikuasai ISIS.

Anggota komisi keamanan dan pertahanan parlemen Irak mengumumkan bahwa pasukan keamanan Irak sejauh ini telah berhasil membebaskan 70 persen wilayah provinsi Salahuddin yang terletak di 170 km utara Baghdad.

Operasi masif pembebasan Tikrit dimulai sejak Minggu lalu (1/3/2015) dengan sandi “Labbaika, Ya Rasulullah” setelah keluar instruksi dari Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi selaku panglima tertinggi angkatan bersenjata negara ini. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*