Gaza, LiputanIslam.com –  Sebanyak 46 warga Palestina terluka, 37 di antaranya terkena peluru tajam serta puluhan orang terkena gas air mata, pada Jumat sore (19/4/2019), ketika tentara Israel merepresi para pengunjuk rasa aksi Al-Awdah atau Great March of Return di perbatasan timur Jalur Gaza.

Lembaga Bulan Sabit Merah Palestina dan rumah sakit di Jalur Gaza itu menyatakan bahwa di antara korban yang berjatuhan kawasan timur Kamp al-Barij terdapat lima paramedis dan empat wartawan. Selain itu, seorang anak kecil terkena bom gas di bagian kepalanya sehingga mengalami kondisi kritis, sementara puluhan orang mengalami sesak napas akibat menghirup gas air mata.

Lembaga itu menyebutkan, sejumlah warga mengalami sesak nafas akibat gas air mata yang ditembakkan oleh tentara Israel kepada para peserta aksi di dekat pos militer Malakah milik Israel di timur di timur Kota Gaza.

Kantor berita Palestina, WAFA, melaporkan bahwa pasukan Israel juga menyerang warga sipil yang berpartisipasi dalam aksi damai di timur kota Jabalia di Jalur Gaza utara serta timur Khan Younis dan Rafah dengan peluru tajam dan gas air mata, sehingga beberapa orang menderita sesak nafas, dan  satu mobil ambulan milik Bulan Sabit Merah Palestina rusak.

Dalam aksi kali ini massa Palestina di Jalur Gaza membawa slogan “Hari Tahanan Palestina” yang diangkat kembali oleh orang-orang Palestina pada dua hari sebelumnya.

Puluhan tahanan Palestina Senin lalu menghentikan aksi mogok makan selama delapan hari setelah pihak Israel menanggapi tuntutan mereka agar kondisi mereka diperbaiki, isolasi diakhiri, dan telepon umum di penjara dipasang.

Klub Tahanan Palestina menyatakan bahwa Israel saat ini menahan sekitar 5.700 tahanan laki-laki dan perempuan Palestina, termasuk sekitar 500 tahanan administratif yang ditahan tanpa dakwaan apapun. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*