persiapan pasukan irakBaghdad, LiputanIslam.com – Juru bicara resmi pasukan kontra-terorisme Irak Sabah al-Noman menyatakan pasukan keamanan Irak sudah berada di lokasi yang berjarak 60 km dari kota Mosul yang menjadi markas besar kelompok teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Irak.

Kantor berita Sputnik milik Rusia, Kamis (14/7/2016), saat memberitakan hal ini menyebutkan bahwa setelah berhasil membebaskan kota Fallujah di provinsi Anbar, Irak barat, dari tangan ISIS pemerintah Irak menyatakan bahwa target selanjutnya operasi tentara, polisi dan relawan al-Hasdh al-Shaabi adalah kota Mosul, ibu kota provinsi Nineveh, Irak utara.

Perdana Menteri Irak Haider Abadi selaku panglima tertinggi angkatan bersenjata Irak Sabtu lalu secara resmi mengumumkan keberhasilan pasukan Irak membebaskan sepenuhnya pangkalan udara strategis Qayarah yang berjarak 60 km dari Mosul. Dia meminta penduduk Mosul supaya bersiap-siap menyongsong pembebasan Mosul.

“Sebagaimana kelompok teroris ISIS di Fallujah telah kami jebak seperti kawanan tikus dan banyak yang terpaksa kabur ke gurun sahara, nasib yang sama juga akan kami timpakan kepada mereka di Mosul,” katanya.

Dia menambahkan, “Kepada ISIS dan siapapun yang menyokong ISIS atau berpropaganda untuk kepentingan mereka kami mengingatkan bahwa kelompok teroris ini akan segera binasa.”

Perdana Menteri Irak berjanji akan membebaskan Mosul dari cengkraman ISIS pada tahun ini.

IRNA melaporkan bahwa angkatan bersenjata dan relawan Irak menggelar parade militer besar-besaran di Baghdad, Kamis (14/7/2016). Semua jalan protokol dan jembatan yang mengarah ke al-Tahrir Square di pusat kota Baghdad ditutup dan baru dibuka lagi setelah parade pasukan digelar dengan memperlihatkan persenjataan dan perlengkapan militer berat.

Parade bergerak dari Firdaus Square hingga al-Tahrir Square dan melintas di depan panggung yang ditempati oleh Perdana Menteri Haider Abadi bersama sejumlah menteri dan para petinggi militer Irak.

Secara informal dinyatakan bahwa parade ini digelar dalam rangka menyambut kemenangan prajurit Irak, terutama di Fallujah. Tapi di sisi lain parade ini juga bertepatan dengan Hari Republik Irak yang memperingati peristiwa kudeta Abdul Karim Qasim terhadap sistem kerajaan Irak pada 14 Juli 1958.

Sebagian pengamat mengatakan bahwa parade ini digelar dalam rangka unjuk kekuatan menyongsong operasi militer pembebasan Mosul. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL