Baghdad, LiputanIslam.com –  Pasukan Irak akan segera melanjutkan operasi pembebasan kota Mosul, Irak Utara, dari pendudukan kelompok teroris ISIS. Dalam rangka ini, pasukan Irak telah menyebar jutaan lembar pamflet via udara di Mosul barat, Selasa (31/1/2017), berisikan pemberitahuan kepada penduduk setempat agar bersiap-siap menyambut kedatangan pasukan negara ini untuk melancarkan operasi pembebasan Mosul barat yang masih dikuasai ISIS.

“Angkatan bersenjata kalian telah memutuskan tekadnya untuk maju menuju sisi kanan (Mosul barat)…  Mereka bertekad untuk membersihkan semua kawasan kalian… Bersiaplah menyambut angkatan bersenjata kalian, dan bekerjasamalah dengan mereka sebagaimana telah dilakukan oleh saudara-saudara kalian di sisi kiri (Mosul timur) demi meminalisir korban dan mempercepat kemenangan,” bunyi pamflet itu.

Seperti diketahui, kota Mosul terbelah oleh Sungai Tigris menjadi dua bagian timur dan barat. Bagian timur sudah berhasil dibebaskan oleh pasukan Irak, sementara semua jembatan telah dirusak oleh ISIS dan serangan udara pasukan koalisi pimpinan AS untuk menghambat serbuan pasukan Irak ke bagian barat. Namun demikian, pasukan Irak sejak beberapa hari lalu telah membuat jembatan-jembatan ponton untuk menyeberang ke bagian barat.

Sementara itu, belasan teroris anggota ISIS meregang nyawa akibat ledakan di sebuah bengkel tempat kelompok teroris ini merakit bom di kota Albu Kamal, Suriah, yang berbatasan dengan Irak.

“Ledakan ini menyebabkan 13 anggota ISIS yang sebagian besarnya berkebangsaan Irak tewas,” ungkap  Ahmad al-Hazimawi, perwira polisi Irak berpangkat mayor kepada kantor berita Turki, Anadolu.

Mengenai sebab ledakan, dia mengatakan bahwa ketika kawanan bersenjata itu sedang merakit bom, satu bom tiba-tiba meledak sehingga semua bagian di bengkel ikut meledak.

Menurutnya, Albu Kamal  merupakan salah satu sarang terpenting ISIS di Suriah dan menjadi lokasi pembuatan dan perakit bom, termasuk bunuh diri, dengan sasaran provinsi Anbar, Irak.

Sejak 2014 ISIS menduduki kota al-Qaim milik Irak dan Albu Kamal milik Suriah yang terletak di wilayah perbatasan kedua negara. ISIS menggunakan wilayah perbatasan ini sebagai jalur logistik antarwilayah kekuasaan mereka di kedua negara. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL