Irak's Victory

Baghdad, LiputanIslam.com – Badan Kontra-Terorisme Irak menyatakan pasukan negara ini berhasil merebut kembali Universitas Anbar dari tangan pasukan teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Bersamaan dengan ini seorang anggota parlemen Irak mengungkapkan adanya komunikasi pilot Arab anggota koalisi internasional pimpinan AS dengan para gembong kelompok teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

“Pasukan Badan Kontra-Terorisme Irak dini hari ini berhasil membebaskan sepenuhnya Universitas Anbar dari cengkraman ISIS, setelah terjadi pertempuran sengit yang berlangsung selama beberapa jam,” ungkap Abdul Amir al-Khazrai, wakil kepala operasi khusus Pasukan Badan Kontra-Terorisme Irak kepada al-Sumaria News, Minggu (26/7).

Dia menambahkan bahwa dalam pertempuran itu telah jatuh puluhan korban tewas dan luka di pihak ISIS, dan pasukan Irak akhirnya berhasil mengibarkan bendera negaranya di universitas itu.

Sebelum itu al-Khazarai juga sudah mengabarkan ISIS terdesak hebat di Universitas Anbar hingga jatuh puluhan korban tewas dan luka di pihak mereka. Saat itu dia juga mengatakan bahwa Universitas Anbar akan segera terlepas dari tangan ISIS.

Sementara itu, kepala komisi keamanan nasional dan pertahanan parlemen Irak, Hakim al-Zamili, mengungkapkan ada beberapa pilot Arab di koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat (AS) justru menjalin komunikasi dengan para pentolan ISIS di Irak.

“Dalam pantauan terhadap komunikasi nirkabel para pilot koalisi internasional pimpinan AS kami mengetahui ada beberapa pilot berbahasa Arab yang menjalin komunikasi nirkabel dengan para petinggi ISIS di darat,” kata politisi dari fraksi Aliansi Nasional Irak tersebut dalam wawancara dengan IRNA di Baghdad, Minggu.

Meski tak dapat memastikan kewarganegaraan para pilot itu, namun dia mengetahui mereka berlogat Arab Saudi, Qatar, Bahrain dan Yordania.

Menurutnya, dalam komunikasi itu para pilot tersebut memberikan laporan kepada para komandan pasukan teroris ISIS mengenai banyak hal semisal jalur-jalur kabur dan posisi-posisi penting pasukan Irak, dan pengkhianatan ini sering merugikan pihak pasukan Irak.

Dia juga mengatakan bahwa pasukan dan relawan bahkan pernah beberapa kali menjadi sasaran serangan pasukan koalisi internasional. Selain itu, terjadi pula kasus-kasus yang menjadi indikasi kuat bahwa pasukan koalisi internasional bermain mata dengan ISIS, dan koalisi ini lebih merupakan kedok untuk mempertahankan dan memperkuat posisi ISIS.

“Kami yakin, ada bantuan kepada ISIS dengan kedok koalisi internasional penumpasan terorisme. Tentara Irak sengaja dijadikan sasaran,” katanya. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL