irak operasi pembebasan tikritTikrit, LiputanIslam.com – Pasukan gabungan Irak kembali melancarkan operasi penumpasan ISIS di kota Tikrit, 140 km utara Baghdad, Rabu malam (25/3/2015). Reuters menyebutkan bahwa pasukan Irak kembali menggempur posisi-posisi ISIS di Tikrit setelah sekitar dua minggu terhenti.

Pasukan koalisi dilaporkan juga ikut andil di Tikrit dengan melancarkan serangan udara, walaupun beberapa kelompok yang terlibat dalam operasi pembebasan Tikrit menentang keikut sertaan pasukan koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat (AS) tersebut.

Associated Press juga menyebutkan suara jet tempur pasukan koalisi terdengar melesat di angkasa Tikrit yang kemudian disusul dengan suara beberapa ledakan.
Perdana Menteri Irak Haider Abadi selaku panglima tertinggi angkatan bersenjata Irak melalui siaran televisi pemerintah Irak mengumumkan dimulai babak terakhir operasi pembebasan Tikrit dan pembersihan provinsi Salahuddin dari keberadaan komplotan teroris ISIS.

Sebelumnya, Presiden Irak Fouad Massoum memperkirakan bahwa pasukan koalisi akan segera bergabung dalam operasi Tikrit.
Anggota Dewan Provinsi Salahuddin, Hadi al-Khazra’i , mengatakan, “Operasi militer di Tikrit dimulai pada sekitar pukul 21.00 waktu setempat dengan menggunakan peluru-peluru mortir, artileri dan roket-roket Katyusha.”

Jumlah Pasukan ISIS di Irak

Sementara itu, menurut laporan al-Quds al-Arabi yang berbasis di London, anggota komisi keamanan dan pertahanan parlemen Irak Mowaffak al-Rubaie memperkirakan jumlah anggota ISIS di negaranya sekitar 10,000 orang. Mantan penasehat keamanan nasional Irak menambahkan bahwa komplotan teroris takfiri berfahamkan Wahabisme itu tersebar di empat provinsi negara ini.

“Berdasarkan data-data keamanan, jumlah teroris DAISH (sebutan untuk ISIS dalam bahasa Arab) yang tersebar di provinsi Ninawa, Salahuddin, dan Kirkuk di Irak utara serta provinsi Anbar di Irak barat mencapai lebih dari 10,000 orang,” ungkapnya.

Dia tidak menyebutkan secara detail jumlah mereka di masing-masing provinsi itu, namun memastikan bahwa jumlah mereka berkurang secara signifikan akibat terbunuhnya ratusan orang di antara mereka serta kaburnya banyak petempur mereka ke wilayah Suriah akibat operasi pembebasan Tikrit dan operasi Anbar.

Al-Quds al-Arabi menyatakan sulit untuk mengetahui jumlah anggota ISIS yang sebenarnya di Irak, apalagi organisasi teroris yang mendeklarasikan kekhalifan ala Barbarisme itu sengaja tidak pernah menyebutkan jumlah pasukan mereka kepada pers.

Sejak tanggal 1 Maret lalu tentara Irak yang didukung relawan dan pasukan adat menggelar operasi terbesar selama ini untuk membebaskan Tikrit dan provinsi Salahuddin secara umum dari cengkraman ISIS.

Operasi bersandi “Labbaika Ya Rasulullah” yang diinstruksikan secara langsung oleh Perdana Menteri Irak Haider Abadi itu membuahkan banyak hasil, termasuk pembebasan dua wilayah strategis distrik al-Alam dan al-Dour di sebelah timur Tikrit.

Tikrit sendiri, menurut klaim berbagai pihak yang terlibat dalam operasi pembebasan kota kelahiran mendiang diktator Irak Saddam Hossein itu, sudah berhasil dibebaskan sebanyak 90%, namun operasi itu terhenti dengan alasan demi meminimalisasi jumlah korban, terutama dari kalangan warga sipil, dan karena banyaknya ranjau dan bahan-bahan peledak aktif lain yang dipasang ISIS untuk menghadang tentara dan relawan Irak.

Pasukan Irak yang berada di Tikrit mengatakan di kota masih ada sekitar 1,000 anggota ISIS, termasuk para sniper dan pembawa misi serangan bom bunuh diri. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*