Baghdad, LiputanIslam.com –   Pasukan pemerintah Irak telah menguasai pusat kota Sinjar, Irak utara, dan berkontrasi di sejumlah bangunan utama dan gedung pemerintahan dalam kota ini. Demikian dikatakan Ghias Surji, pejabat Persatuan Nasional Kurdistan, salah satu partai terkemuka Kurdistan Irak, Selasa (17/10/2017).

“Semua  pasukan Peshmerga mundur dari kota ini, di kota ini tak ada pengungsian, dan situasi sekarang stabil,” lanjut Surji.

Bersamaan dengan ini pasukan pemerintah dan relawan al-Hashd al-Shaabi memasuki kawasan Bashiqa di timur Mosul setelah pasukan Kurdistan Irak, Peshmerga, mundur dari sana. Pasukan dan relawan itu kemudian membuat barikade dari tanah dari arah al-Khazir untuk mengembangkan keamanan pasca penarikan pasukan Peshmerga.  Dilaporkan bahwa Peshmerga membakar markas-markas mereka sebelum mundur dari Bashiqa.

Perdana Menteri Irak Haider Abadi dalam jumpa pers mingguan di hari yang sama menyatakan “referendum sia-sia” mengenai kemerdekaan Kurdistan yang diselenggarakan pada 25 September lalu “telah usai dan menjadi bagian dari masa lalu.”

Dia menyerukan “dialog di bawah atap konstitusi Irak” dan menegaskan bahwa Baghdad “tidak akan masuk dalam perang saudara.”  Dia juga mengingatkan supaya kelompok manapun tidak bertindak destruktif di Kirkuk dan kawasan lain yang dipersengkatan antara pemerintah pusat Baghdad dan pemerintah otonomi Kurdistan.

Presiden Irak Fouad Masum menyerukan dialog para pemimpin Kurdi dengan pemerintah Irak sesegera mungkin untuk meredakan ketegangan. Dia juga meminta penduduk Kirkuk yang juga telah dikuasai oleh pasukan Irak menghormati konstitusi dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan normal. (mm/alalam/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL