irak pembebasan ramadiRamadi, LiputanIslam.com –   Pasukan kelompok teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) masih terus melakukan perlawanan terhadap tentara dan relawan Irak di Ramadi, namun pasukan Irak juga terus menekan mereka dan kini mereka terjepit di area komplek pemerintahan di ibu kota provinsi Anbar, Irak, tersebut.

Sumber Irak menyatakan kontak senjata sengit berlangsung antara kedua belah pihak di belakang komplek pemerintahan provinsi Anbar di kawasan al-Huz  di pusat kota Ramadi. Pasukan Irak terus merayap maju di area yang menjadi kubu pertahanan terakhir ISIS, setelah berhasil membebaskan dua jalan strategis yang berada di belakang komplek tersebut.

Bersamaan dengan ini pasukan penjinak bahan peledak Irak juga berhasil membersihkan kawasan al-Dhubat dan al-Aramil dari ratusan bahan peledak aktif yang dipasang ISIS, sementara pasukan Irak lainnya juga bergerak ke area permukiman al-Bikr al-Mutil di kawasan al-Mal’ab untuk menyapu jalan dari bahan-bahan peledak.

Keterangan sumber-sumber militer Irak yang dilansir Alalam, Jumat (25/12) memastikan bahwa jarak pasukan Irak hanya tinggal kurang dari 1 km lagi untuk dapat mengibarkan bendera negara ini di kantor pemerintahan dan gedung perwakilan rakyat daerah setempat.

Menurut mereka, pasukan Irak antara lain masih terkendala oleh banyaknya bahan peledak yang menghadang serta kemungkinan adanya warga sipil yang terjebak dan disandera kawanan ISIS.

Di sisi lain, pasukan relawan al-Hashd al-Shaabi berhasil menghabisi sejumlah petinggi ISIS yang berusaha kabur dari kawasan al-Sufiyah di bagian timur Ramadi.

Sementara itu, sebagaimana dilansir Rai al-Youm, Kementerian Pertahanan Irak menyatakan satu amir ISIS yang memiliki julukan Abu Bakar dan merupakan warga negara asing tertangkap dalam operasi pembebasan Ramadi.

Sebelumnya, berbagai laporan menyebutkan ISIS telah menembak mati 50 warga Ramadi yang menjadi anggotanya karena menolak perintah supaya melancarkan serangan bom bunuh diri dan malah berusaha kabur dari lokasi pertempuran. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL