irak-al-hashd-al-shaabi2Arbil, LiputanIslam.com –  Relawan besar Irak al-Hashd al-Shaabi, Jumat kemarin (28/10/2016), dilaporkan telah resmi ikut bertempur dalam operasi pembebasan Mosul, Irak utara, dari tangan teroris takfiri ISIS.

Hal ini terjadi justru ketika koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat (AS) mengusulkan penghentian operasi militer untuk sementara waktu dengan dalih demi penguatan posisi di wilayah-wilayah yang sudah terbebaskan, dan usulan ini ditolak oleh pasukan pemerintah pusat Irak.

Beberapa media Arab dan Barat kemarin mengutip pernyataan petinggi militer AS bahwa operasi pembebasan Mosul dihentikan untuk sementara waktu sesuai rencana. Jubir pasukan koalisi Kol. John Dorrian menyatakan bahwa operasi ini dihentika selama dua hari.  Namun, komandan pasukan anti-teror Irak Abdul Ghani al-Asadi menyatakan tak ada instruksi demikian.

“Saya yakin hal demikian tidak ada,” katanya.

Bersamaan dengan ini komandan operasi Mosul Mayjen Najm al-Jabouri menyatakan pasukan relawan sudah mulai ikut beroperasi di sekitar distrik Hammam al-Alil di selatan Mosul, dan pasukan yang berada di bawah komando al-Jabouri siap menyerbu di  kawasan ini.

Sejauh ini para pejabat Irak secara resmi tidak atau belum menyinggung adanya persilisihan pasukan Irak dengan koalisi internasional mengenai operasi Mosul ini. Namun, di hari kedua operasi militer pada 10 Oktober lalu dilaporkan bahwa AS menghentikan operasi di poros selatan.

Banyak komandan Irak mensinyalir AS berusaha mengganggu jalannya operasi militer. Pasukan reaksi cepat Irak juga memastikan pasukan koalisi tak becus menjalankan operasi serangan udara.irak-al-hashd-al-shaabi

“Dalam salah satu pertempuran di mana ISIS mengerahkan pasukan bom bunuh dirinya, kami meminta dukungan udara, tapi mereka (pasukan koalisi) tak mendukung,” katanya kepada IRNA.

Selama operasi militer yang sudah melewati 10 hari pertama, Jumat kemarin untuk pertama kalinya al-Hashd al-Shaabi turun tangan dalam operasi pembebasan Mosul. Kelompok relawan ini dalam statemennya menyatakan bahwa pasukan Brigade al-Muntadar yang bernaung dibawahnya kemarin berhasil membebaskan sebuah kawasan di selatan Mosul.

Selain itu, Brigade Asyura yang berafiliasi dengan Dewan Tinggi Islam Irak pimpinan Sayyid Ammar al-Hakim dan juga merupakan bagian dari al-Hashd al-Shaabi, berhasil membebaskan sebuah desa di barat daya Mosul.

Para komandan al-Hashd al-Shaabi mengatakan bahwa pasukan relawan ini bertanggungjawab menumpas ISIS di front barat Mosul yang, menurut para ahli militer, merupakan front terberat karena merupakan rute pelarian ISIS menuju Raqqah yang menjadi markas besar kelompok teroris ini di Suriah. (mm/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL