Baghdad, LiputanIslam.com –  Sumber-sumber militer Irak, Kamis malam (18/5//2017), mengumumkan bahwa pasukan Irak berhasil membebaskan distrik “al-Iqtisadiyyin” yang notabene zona pertempuran paling sulit antara pasukan Irak dan gerombolan teroris takfiri ISIS di bagian barat Mosul.

Disebutkan bahwa dengan pembebasan itu pasukan Irak praktis juga hampir berhasil membebaskan sepenuhnya distrik “17 Juli”, sementara pasukan relawan al-Hashd al-Shaabi berhasil membebaskan sebuah pangkalan udara militer dan sejumlah desa di bagian barat provinsi Nineveh.

Pasukan Irak dewasa ini sedang bergerak maju menuju lorong-lorong dan jalanan terakhir bagian barat Mosul yang masih diduduki ISIS, setelah sebelumnya dilaporkan bahwa sebanyak lebih dari 95% bagian barat Mosul sudah lepas total dari cengkraman ISIS.

Kawasan al-Iqtisadiyyin disebut-sebut sebagai kawasan paling sulit dalam pertempuran melawan ISIS dan dengan pembebasan distrik “17 Juli” nanti maka riwayat ISIS yang sudah berjalan 35 bulan di Mosul akan tamat.

Sami al-Masoudi, salah seorang komandan Al-Hashd al-Shaabi, menyatakan pihaknya telah membebaskan enam desa lagi di Nineveh barat, Kamis. Dia menambahkan bahwa pihaknya juga telah membebaskan pangkalan udara yang dalam laporan beberapa media disebutkan bernama landasan udara Washington.

Menurut keterangan al-Hashd al-Shaabi, landasan udara militer itu berada di sahara Sinjar di selatan daerah Qiravan yang sampai sekarang masih menjadi ajang pertempuran sengit antara pasukan relawan ini dan kelompok teroris ISIS. (mm/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL