pasukan irak01Baghdad, LiputanIslam.com – Pasukan Irak berhasil membebaskan 10 desa berpenduduk suku Turkmen dari cengkraman pasukan teroris kelompok takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Bersamaan dengan ini, para tokoh dan pejabat Irak menilai serangan pasukan koalisi anti ISIS tidak efektif, sementara Perdana Menteri Irak Haider Abadi menolak kedatangan pasukan darat asing untuk penumpasan ISIS.

Sebagaimana dilaporkan al-Youm al-Sabea, seorang narasumber keamanan Irak yang meminta identitasnya dirahasiakan Rabu (1/10) mengatakan, “Pasukan keamanan Irak yang didukung relawan telah melancarkan serangan masif terhadap kawanan teroris di provinsi Salahuddin hingga berhasil merebut kembali 10 desa di provinsi ini.”

Dalam peristiwa terpisah, pejabat keamanan Irak lainnya menyatakan sembilan teroris tewas dan 20 lainnya cidera dihantam serangan udara Irak terhadap sebuah pangkalan ISIS di kawasan al-Huwaijah, provinsi Kirkuk.

Dia menambahkan bahwa dalam peristiwa itu beberapa anggota ISIS kabur dari lokasi pertempuran, sementara lima kendaraan mereka hancur.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal organisasi Badr Irak, Hadi al-Amiri, menyatakan serangan udara koalisi anti ISIS pimpinan AS tidak efektif. Menurutnya, tentara dan pasukan rakyat Irak sendirilah yang jauh lebih banyak berbuat dalam upaya menggulung gerombolan teroris takfiri tersebut.

“Pasukan militer dan keamanan serta kelompok-kelompok pasukan rakyat dan suku Irak jauh lebih efektif dalam penumpasan kelompok teroris ISIS di Irak. Kelompok-kelompok pasukan adat di kawasan-kawasan barat sangat berperan dalam melawan ISIS, dan mereka akan terus berjuang hingga semua teroris musnah,” ungkapnya, seperti dikutip situs pemberitaan al-Ansar.

Para tokoh dan pejabat Irak lainnya juga menilai kecil pengaruh serangan udara koalisi anti ISIS, dan yang lebih memprihatinkan lagi ialah adanya korban di pihak sipil akibat serangan udara mereka.

Namun demikian, Perdana Menteri Irak Haider Abadi dalam wawancara televisi menilai serangan udara koalisi itu cukup berperan.

“Kekuatan pasukan udara Barat telah menutup banyak celah vakum dalam proses penumpasan ISIS,” katanya dalam wawancara televisi, sebagaimana dikutip IRNA.

Lebih jauh dia menyatakan negaranya tidak membutuhkan kedatangan pasukan darat asing. “Secara terbuka kami menegaskan bahwa kami tidak akan menyetujui keberadaan pasukan darat di Irak kecuali tentara Irak sendiri,” tandasnya. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL