Tripoli, LiputanIslam.com –  Pasukan Libya pimpinan Khalifa Haftar mengklaim berhasil merebebut kamp militer Yarmuk di bagian selatan Tripoli, ibu kota Libya, dari tangan pemerintah yang didukung PBB.

Pasukan Haftar dalam sebuah pernyataannya, Rabu (10/4/2019), mengaku telah mengendalikan kamp itu dan terus bergerak maju menuju pusat kota Tripoli.

Pasukan itu mulai melakukan serangan militer pada pekan lalu untuk merebut ibukota dari tangan pemerintahan rekonsiliasi al-Wefaq.

Kamp militer Yarmuk berada di daerah Ain Zara yang telah diwarnai pertempuran antara pasukan Haftar dan pasukan pemerintah.

Pihak pemerintah belum mengeluarkan pernyataan tentang klaim tersebut.

Dalam perkembangan lain, serangan udara, Rabu, menyasar beberapa lokasi di selatan Tripoli, termasuk daerah El Azizia, 45 kilometer selatan Tripoli, dan bekas Bandara Internasional Tripoli, 25 kilometer dari Tripoli.

Tidak ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan udara itu sampai pukul 1700 GMT.

Pasukan Haftar menguasai bagian kecil dari bandara itu, sedangkan pasukan pemerintah masih mengendalikan sisanya, sementara daerah El Azizia sebagian besar jatuih ke tangan pasukan Haftar.

Pekan lalu, Haftar mengumumkan perang untuk merebut Tripoli yang menjadi markas pemerintah Libya yang didukung PBB.

Libya tetap dilanda gejolak sejak 2011, ketika pemberontakan yang didukung Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menyebabkan ketergulingan dan kematian Presiden Muammar Gaddafi yang telah empat dekade berkuasa.

Sejak itu, kekuatan politik dan militer di negara ini terbelah menjadi dua kubu yang bersaing kekuasaan; satu di Libya timur yang terkait dengan Khalifa Haftar, dan yang lain di Tripoli yang mendapat dukungan PBB. (mm/anadolu)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*