Teheran, LiputanIslam.com –  Pasukan darat Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dalam latihan perangnya yang berlangsung tiga hari dengan sandi “al-Rasul al-A’dham” (Nabi Besar saw) dan berakhir Rabu (22/2/2017) telah menguji coba dua ranjau jenis baru yang masing-masing dapat membidik sasaran darat dan sasaran udara.

Satu jenis di antara keduanya diberi nama “Saeqeh” (halilintar) yang dikendalikan dari jarak jauh untuk melompat dan menerjang sasaran helikoper atau pesawat tempur yang terbang rendah.

Sedang jenis ranjau yang lain diberi nama “Sejjil” (batu neraka) dengan kemampuan meledak hingga setinggi 10 meter dari permukaan tanah dan menghujani sasaran dengan pecahan peluru.

Ranjau untuk membidik sasaran yang terbang sudah pernah dikembangkan oleh beberapa negara yang terlibat dalam Perang Dingin antara kubu NATO dan kubu Pakta Warsawa.

Ranjau ini dikenal dengan sebutan ranjau anti-helikopter (anti helicopter mine/AHM), dan diaktifkan dengan beragam sensor, termasuk sensor yang berbasis hembusan angin baling-baling heli dan sensor berbasis gerak dengan teknologi infra merah. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL