irgc-iran

Pasukan helm merah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC/Pasdaran)

Teheran, LiputanIslam.com –   Pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran/IRGC) mengecam keras serangan brutal pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi yang menewaskan ratusan pelayat di Sanaa, ibu kota Yaman, dan menyebutnya “hasil konspirasi Amerika Serikat, Zionis dan Saudi.”

“Bangsa Yaman yang resisten dan Muslim di bawah komando gerakan Ansarullah yang tangguh dan berbasis kerakyatan di Yaman pasti akan menghunus pedang pembalasan untuk memberi rezim Saudi dan para penjahat pendukungnya pelajaran yang tak akan terlupakan untuk selamanya. Rezim Saudi telah menjejakkan langkah barunya yang besar menuju kehancuran,” tegas IRGC, Minggu (9/10/2016).

Stetemen ini dikemukakan sehari setelah aksi pembantaian massal yang dilakukan Arab Saudi dan sekutunya terhadap ratusan warga yang sedang mengikuti acara belasungkawa warga Sanaa yang meninggal dunia karena sakit. (Baca: Korban Meninggal Serangan Saudi cs di Sanaa Jadi 140 Orang, PBB dan AS Angkat Bicara)

Menhan Iran Hossein Dehghan menyebut Kerajaan Arab Saudi  sebagai penjahat perang yang harus diadili secepatnya.

“Dinasti arogan dan agresor al-Saud melakukan kejahatan yang tak terampunkan dengan melanjutkan agresinya terhadap rakyat tertindas Yaman. Negara-negara dan bangsa-bangsa dunia tidak boleh membiarkan kejahatan dinasti al-Saudi tanpa reaksi, dan siapapun yang diam terhadap kejahatan ini sama dengan ikut terlibat dalam kejahatan ini. Para penguasa Saudi adalah penjahat perang yang harus diadili sesegera mungkin,” tegasnya.

Senada dengan ini, Ketua Dewan Kebijakan Republik Islam Iran Ayatullah Hasyemi Rafsanjani menyebut kekejaman Saudi itu sebagai kelanjutan dari kebencian dan permusuhan para pengikut Yazid bin Muawiyah (pembunuhan cucu Nabi saw, Imam Husain ra) terhadap para pecinta keluarga suci Rasulullah saw. (mm/irna/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL