rudal balistik iranTeheran, LiputanIslam.com –   Panglima Pasukan Dirgantara Garda Republik Islam Iran (IRGC) Brigjen Amir Ali Haji Zadeh menyatakan bahwa pasukan elit Iran ini dalam waktu dekat akan menggelar manuver militer besar rudal balistik.

Dalam pidato pada acara mengenang para pahlawan Iran di kota Qaim di utara Iran, Jumat (21/8), dia menegaskan bahwa resolusi Dewan Keamanan PBB sama sekali tidak berpengaruh pada program rudal balistik Iran, sehingga aktivitas ujicoba rudal Iran akan terus berjalan seperti semula.

“Manuver akan dilakukan sesuai program yang sudah ditetapkan sebelumnya, namun pengumuman tentang ini di media adalah tanggungjawab Dewan Tinggi Keamanan Nasional,” katanya, sebagaimana dilansir Fars News.

Dia menambahkan, “Dengan pertolongan Allah Swt, masalah ini akan menjadi duri di mata musuh, dan kami akan mengumumkan masalah ini lebih jauh di masa yang akan datang.”

Di Teheran, khatib dan imam Jumat sementara ibu kota Iran ini, Ayatullah Mohammad Ali Movahedi Kermani dalam khutbah Jumatnya kemarin menegaskan bahwa kesepakatan nuklir Iran tidak berarti kompromi dan perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

“Tema kesepakatan nuklir adalah tema sendiri, dan tidak berarti Iran telah berkompromi dengan AS. AS menyokong entitas Zionis, penjagal dan pembunuh orang-orang Palestina. Karena itu, bagaimana mungkin (Iran) berdekatan dengan AS yang menyokong entitas ini,” katanya, seperti dilansir Alalam.

Dia juga menegaskan tidak mungkin Iran berkompromi dengan orang-orang AS yang telah melakukan “kejahatan yang tak terhitung jumlahnya di Iran.”

Di bagian lain, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran menegaskan dukungan total negara ini kepada bangsa pejuang Palestina, serta mengingatkan bahwa persatuan Palestina,  penguatan barisan Islam, dan partisipasi kaum merdeka dunia akan dapat mencegah ambisi

Rezim Zionis Israel untuk memusnahkan Masjid al-Aqsha di Baitul Maqdis (Jerussalem).
Dalam statemennya yang dirilis pada peringatan 47 tahun peristiwa pembakaran Masjid al-Aqsa oleh kaum Zionis, Kemlu Iran menegaskan,

“Hingga 47 tahun ini umat Islam dan bahkan umat agama-agama samawi lainnya tetap tidak melupakan kejahatan, penistaan, dan pembakaran kaum Zionis terhadap Masjid al-Aqsa.” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL