Damaskus, LiputanIslam.com – Kemlu Rusia menyatakan bahwa sebagian besar anggota oposisi Suriah yang didukung oleh Amerika Serikat (AS) telah bergabung dengan kelompok teroris ISIS dan Jabhat al-Nusra.

Hal tersebut dinyatakan oleh kantor bidang media dan informasi Kemlu Rusia dalam sebuah surat jawabannya kepada saluran TV al-Mayadeen yang berbasis di Lebanon, Jumat (21/7/2017.

Surat itu menjelaskan bahwa AS melatih dan mempersenjatai para teroris di Suriah persis seperti yang dilakukan oleh AS di Afghanistan dan Libya sehingga dua negara ini dilanda kekacauan besar dan berkepanjangan.

Menanggapi pertanyaan al-Mayadeen mengenai keputusan AS menghentikan suplai senjata kepada oposisi Suriah, kantor bidang media dan informasi Kemlu Rusia dalam jawaban tertulisnya menyatakan,  “Jika yang Anda maksud adalah instruksi Trump untuk penghentian program rahasia badan intelijen pusat AS dalam pelatihan dan suplai senjata oposisi Suriah maka berita ini dipublikasi hanya oleh Washington Post, dan penulisnyapun menyatakan bahwa keputusan ini didasari hasrat Trump bekerjasama dengan Rusia untuk penyelesaian krisis Suriah.”

Kantor itu menambahkan, “Kami sampai sekarang belum mendengar laporan tentang ini dari sumber resmi, kami tidak mengetahui program-program serupa oleh lembaga-lembaga AS, dan badan intelijen AS juga tidak memberikan laporan kepada kami.”

Menurut kantor ini, Moskow sudah berulangkali mengungkap kebersamaan AS dengan kelompok-kelompok bersenjata di Suriah dan menegaskan bahwa tindakan ini akan menimbulkan akibat yang fatal secara politik maupun militer.

“Kami berulangkali mengatakan bahwa AS bertujuan mendapatkan raihan geopolitik dalam bekerjasama dengan kelompok-kelompok bersenjata, dan kami berulangkali berusaha mengajak Washington bekerjasama dengan Rusia untuk memisahkan oposisi moderat dari para teroris, terutama Jabhat al-Nusra yang telah dikecualikan oleh Pentagon dalam operasi militernya,” lanjut kantor itu.

Sementara itu, Menlu Rusia Sergei Lavrov, di hari yang sama menyatakan bahwa pasukan koalisi pimpinan AS di Suriah sama sekali tidak memerangi Jabhat al-Nusra .

“Karena tidak adanya hasrat AS untuk menumpas kelompok teroris al-Nusra kesepakatan negara ini dengan Rusia untuk koordinasi anti teroris di Suriah gagal,” katanya dalam wawancara dengan TV NBC yang berbasis di AS.

Dia menambahkan, “Pasukan koalisi pimpinan ISIS yang masih memerangi IS (ISIS) enggan menumpas Jabhat al-Nusra, dan malah berusaha melindungi kelompok ini… Semua indikasi yang ada menunjukkan realitas dan perilaku pasukan koalisi pimpinan AS terhadap Jabhat al-Nusra ini.” (mm/irna/sputnik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL