AbuDhabi, LiputanIslam.com –  Pasukan koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat (AS) menyatakan keberadaan pasukan ini di Irak akan tetap dipertahankan “jika dirasa perlu.”

Hal tersebut dinyatakan jubir pasukan koalisi internasional Kol. Sean Ryan dalam jumpa pers di Abu Dhabi, ibu kota Uni Emirat Arab, Ahad (19/8/2018).

Dia menilai bahwa keberadaan pasukan AS di Negeri 1001 Malam tersebut “membantu muwujudkan stabilitas di berbagai kawasan yang dikuasai oleh organisasi Negara Islam (IS/ISIS).”

Sementara itu, otoritas keamanan Irak di hari yang sama membuka kembali jalur utama yang menghubungkan Kirkuk dengan Arbil, ibu kota wilayah otonomi Kurdistan Irak, setelah sekira 10 bulan ditutup akibat memburuknya hubungan antara pemerintah pusat Irak dan pemerintah otonomi Kurdistan.

Jalan itu sudah dapat digunakan lagi oleh para pengendara setelah Jembatan Altun Kupri diperbaiki. Jembatan ini sempat rusak akibat konfrontasi terbatas antara pasukan Irak dan pasukan Peshmerga Kurdistan pada tahun lalu.

Kepala Kepolisian Federal Irak Mayjen Shakir Joudat pada jumpa pers di jembatan tersebut mengatakan, “Sekarang jalur ini telah dibuka kembali untuk warga dengan segala jenis kendaraan mereka, kecuali truk angkutan barang dagangan, dan baru akan dibuka untuk kendaraan jenis ini pada 25 Agustus mendatang.”

Pasukan gabungan kedua pihak menangani pemeriksaan di Jembatan Altun Kupri yang menjadi perbatasan antara keduanya. Sejak tahun lalu peristiwa ini tercatat menjadi perkembangan pertama kalinya yang menunjukkan adanya perbaikan hubungan antara kedua pihak.

Krisis hubungan antara Baghdad dan Arbil mereda setelah terjadi beberapa perundingan mengenai hal-hal yang diperselisihkan oleh kedua pihak selama bertahun-tahun, termasuk mengenai status provinsi Kirkuk serta pengelolaaan kekayaan minyak, pelabuhan udara, dan pintu-pintu perbatasan. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*