Sanaa, LiputanIslam.com – Ketua Forum Tasawwuf Islam (Multaqa al-Tasawwuf al-Islami) Yaman Habib Adnan al-Junaid mengutuk kejahatan yang dilakukan oleh pasukan antek Arab Saudi terhadap penduduk, termasuk kalangan dzurriyah (keturunan) Rasulullah saw di kawasan al-Sarari, provinsi Taiz, Yaman.

“Hari ini puluhan habaib dzurriyah Nabi saw terbunuh dan terbakar di dalam rumah-rumah mereka, sementara kaum perempuan dan anak-anak kecil mereka ditawan di desa al-Sarari di Taiz…. Orang-orang yang terhubung dengan Bani Umayyah bersuka ria atas kejadian ini sebagaimana para pendahulu mereka bersuka ria atas terbunuhnya Imam Husain dan para sahabatnya, terbakarnya perkemahan beliau, dan tertawannya kaum perempuan Ahlul Bait di Karbala. Demikian sejarah terulang lagi,” ungkap Syeikh Junaid dalam sebuah suratnya, seperti dilansir al-Alam ,Rabu (27/7/2016).

Dia melanjutkan, “Al-Sarari diserang kemarin malam dan hari ini. Mereka menebar kejahatan, membakari semua rumah, dan mencokok kaum pria yang tersisa, tak terkecuali korban luka. Di antara yang ditawan adalah keluarga paman kami serta Allamah Muhammad Abdul Aziz al-Junaid dan lain-lain.”

Habib Adnan al-Junaid menjelaskan bahwa para ekstrimis Wahhabi “membakari semua rumah keluarga besar al-Junaid di desa-desa sekitar al-Sarari, meringkus anak-anak kecil dan menawan kaum pria yang tersisa.”

Al-Alam menyebutkan bahwa pasukan antek Saudi di Yaman telah melakukan pembantaian massal secara sadis terhadap sekitar 50 warga sipil, termasuk anak kecil dan kaum perempua, di kawasan al-Sarari. Mereka ada yang dibakar hidup-hidup, dan ada pula yang disembelih.

Tak hanya itu , mereka juga membongkar makam Syeikh Jamaluddin, salah satu tokoh sufi, dan membakar kerangka yang ada di dalamnya, serta menculik puluhan penduduk sehingga ada kekhawatiran mereka juga akan dieksekusi.

Aksi sadis ini mengundang kemarahan dan kecaman dari masyarakat dan partai-partai di Yaman. Peristiwa ini terjadi tak lama setelah tentara Yaman dan pasukan rakyat yang tergabung dalam komite-komite rakyat Yaman berhasil memenangi pertempuran melawan pasukan Saudi di Najran di wilayah perbatasan Yaman-Saudi.

Ikatan Ulama Yaman (Rabithah Ulama al-Yaman) dalam surat pernyataannya menyerukan kepada masyarakat dan lembaga-lembaga kemanusiaan dunia, terutama Dewan Keamanan PBB supaya “menunaikan tanggungjawab mereka di depan aksi pembantaian yang dilakukan kubu agresor dan para anteknya di desa al-Sarari, Taiz, dan semua wilayah Yaman.”

Ikatan Ulama Yaman juga menyerukan kepada semua anak bangsa Yaman supaya “bersatu dan merapatkan barisan untuk melawan para agresor yang tergabung dalam pasukan koalisi (pimpinan Arab Saudi) dan orang-orang yang berada di belakang dan bersama mereka.”

Gerakan Ansarullah (Houthi) Yaman juga mengutuk keras pembantaian itu dan menyebutnya sebagai kekejaman yang “menambah keburukan citra pasukan agresor dan para anteknya.” Ansarullah meminta PBB dan lembaga-lembaga kemanusiaan supaya menunaikan kewajiban dan tanggungjawabnya atas apa yang terjadi di al-Sarari.

Media Yaman menyebutkan bahwa sebanyak lebih dari 50 ormas di negara ini telah menyatakan kutukan mereka atas aksi pembantaian di al-Sarari dan menegaskan bahwa Arab Saudi bertanggungjawab atas tragedi ini. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL