pasukan suku irak3Ramadi, LiputanIslam.com – Sebanyak 70 keluarga berhasil dibebaskan oleh pasukan adat Irak dari kepungan kelompok teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di bagian barat Irak.

Hamad Abdul Razak al-Dailami, pemimpin Brigade al-Asad yang terdiri atas kelompok-kelompok pasukan adat Anbar yang membantu pasukan Irak Sabtu lalu (21/11) mengatakan pihaknya berhasil memecah kepungan gerombolan teroris ISIS terhadap 70 keluarga di utara Ramadi, ibu kota provinsi Anbar.

“Para kombatan suku Albu Nimr dan suku-suku lain yang menyokong pasukan Irak di bawah payung Brigade al-Asad hari ini (Sabtu) telah melancarkan operasi khusus untuk membuyarkan kepungan ISIS terhadap puluhan keluarga di kawasan al-Tharthar di utara Ramadi,” katanya, sebagaimana dilansir kantor berita Turki, Anadolu, Minggu (22/11).

Dia menambahkan, “Pasukan adat ini telah mencapai kawasan itu lalu terlibat kontak senjata dengan konvoi ISIS serta berhasil membunuh 23 anggota ISIS dan merebut tiga unit kendaraan pembawa senjata ISIS, sedangkan di pihak pasukan adat hanya ada dua korban luka.”

Menurutnya, di antara puluhan keluarga yang dikepung ISIS terdapat orang-orang perempuan, anak kecil dan lansia. Pasukan adat lantas membawa mereka ke kawasan Barwanah, distrik Haditha, 16 km barat Ramadi.

Sementara itu, pemimpin redaksi lembaga pemberitaan Irak al-Nakhil, Mohammad Ali al-Hakim, menyatakan ISIS sudah mendekati ajalnya di Irak.

“Tamatnya riwayat ISIS yang dilahirkan oleh orang-orang Barat ini sudah dekat,” katanya, sebagaimana dilansir FNA.
Dia memastikan ISIS sudah sempoyongan serta kehilangan lebih dari 50 persen pasukannya akibat diganyang pasukan Irak, Suriah dan Rusia. Dia menambahkan bahwa ISIS masih memiliki 34 pangkalan di Mosul, Raqqah dan lain-lain, namun sebelum itu jumlahnya jauh lebih besar. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL