ledakan kairoKairo, LiputanIslam.com – Sehari pasca tiga ledakan bom yang menewaskan satu perwira polisi di Kairo, kabinet Mesir Kamis (03/04) mengesahkan undang-undang (UU) baru untuk meningkatkan apa yang disebutnya perang melawan terorisme. Di saat yang sama Dewan Universitas Kairo juga mengesahkan keputusan yang memperkenankan aparat masuk dan berjaga-jaga di dalam area kampus. Di bagian lain, satu tentara Mesir terbunuh di utara Sinai di tangan kelompok bersenjata tak dikenal.

Menurut laporan jaringan berita televisi al-Jazeera, hal paling signifikan dalam UU baru itu ialah peningkatan ancaman sanksi berupa hukuman mati bagi terdakwa pendiri kelompok teroris atau orang yang bergabung ke dalamnya. Selain itu, dalam UU baru juga terdapat amandemen terkait prosedur penumpasan teroris serta penambahan pengadilan distrik anti terorisme demi mempercepat proses pengambilan keputusan.

Dewan Universitas Kairo juga membuat keputusan yang mengejutkan, yaitu membolehkan polisi masuk ke dalam kampus. Dalam statemennya Kamis (03/04) Dewan Universitas Kairo menyebutkan bahwa keputusan itu disahkan dengan suara bulat dalam rangka meningkatkan sistem keamanan. Polisi diperkenankan masuk atau berkonsentrasi di dalam kampus sesuai kebijakan yang diambil untuk menjamin keamanan kampus.

Dewan Universitas menjelaskan bahwa keputusan ini diambil menyusul peristiwa ledakan bom di lingkungan kampus. “Peristiwa ini merupakan ancaman bagi para ilmuwan, pekerja, mahasiswa dan fasilitas sehingga  mendorong majelis dekan untuk mengambil keputusan tersebut,” ungkap statemen Dewan Universitas Kairo.

Sebelumnya, Perdana Menteri Mesir Ibrahim Mahlab menyatakan pemerintah akan memperketat sistem keamanan lingkungan kampus dan meningkatkan patroli gabungan tentara dan polisi. Dia juga berjanji akan merevisi UU penumpasan terorisme.
Sebuah kelompok yang menamakan dirinya “Ajnad Misr” (Pasukan Mesir) menyatakan bertanggungjawab atas peledakan tiga bom yang mengguncang Universitas Kairo dan menewaskan satu perwira polisi.

Sehari usai peledakan bom ini, otoritas keamanan Mesir menyatakan bahwa satu tentara tewas diterjang peluru kelompok bersenjata tak dikenal di wilayah utara Provinsi Sinai, daerah yang sudah beberapa kali menjadi ajang peristiwa serupa. Korban ditembak mati ketika berada dalam mobil carteran oleh kelompok bersenjata yang mengetahuinya sebagai anggota pasukan keamanan pusat yang dikerahkan di provinsi tersebut.

Pemerintah Mesir menyatakan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan di wilayah utara Sinai selama ini mencapai sekitar 500 orang, yang sebagian besar adalah polisi dan tentara. (mm/aljazeera)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL