Hassan-RouhaniTeheran, LiputanIslam.com –  Presiden Iran Hassan Rouhani tampak sangat geram atas tragedi serangan teror bom mobil yang membuat banyak warganya terbunuh di Irak.

Dia meminta pemerintah Irak supaya bertindak “lebih tegas” terhadap para pelaku serangan teror yang terjadi, Kamis (24/11/2016), di selatan Baghdad dan membunuh 70 peziarah Karbala yang 60 orang di antaranya adalah warga negara Iran tersebut. (Baca: Bom Mobil Terjang Peziarah Iran di Irak, 70 Orang Terbunuh )

“Aksi teror di kawasan Hillah, Iraq, yang telah menggugurkan dan melukai sebagian peziarah Imam Husain ini telah melukai hati seluruh umat Islam, khususnya kaum Muslim Syiah,” katanya.

Dia menambahkan, “Saya meminta kepada pemerintah Irak bertindak lebih tegas terhadap orang-orang yang terlibat dalam aksi tak berprikemanusiaan seperti ini.”

Dia menegaskan bahwa pemerintah Republik Islam Iran tetap bertekad memerangi para teroris dan ekstrimis.

“Kami yakin tak lama lagi kita akan menyaksikan kemenangan final bangsa Irak dalam perang melawan kelompok-kelompok teroris dan para pendukungnya,” lanjutnya.

Kelompok teroris takfiri paling bengis di dunia, ISIS, menyatakan bertanggungjawab atas peledakan bom mobil tersebut.

Serangan mematikan ini terjadi ketika pasukan Irak terus mengepung dan menekan ISIS di dalam kota Mosul, Irak utara, dalam operasi militer besar-besaran untuk pembebasan kota terbesar kedua di Irak yang diduduki ISIS sejak 2014 tersebut.

Berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Rusia, Pakistan, Suriah, dan Lebanon mengutuk serangan teror ini. (mm/afp/irna)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL