Kairo, LiputanIslam.com –  Presiden Suriah Abdel Fattah el-Sisi mengumumkan situasi darurat untuk jangka waktu tiga bulan pasca serangan bom ISIS terhadap dua gereja, masing-masing di Tanta dan Alexandria, Mesir, yang menewaskan 44 orang dan melukai 126 lainnya.

“Ada beberapa tindakan akan yang dilakukan, terutama pengumuman situasi darurat untuk jangka waktu tiga bulan, setelah dilakukannya tindakan-tindakan legal dan konsitusional… Kami mengumumkan situasi darurat demi melindungi dan menjaga negeri kami,” ungkap el-Sisi usai pertemuan dengan Dewan Pertahanan Nasional Mesir di Istana al-Ittihadiya, Kairo, Minggu malam (9/4/2017).

Tanpa menyebutkan nama negara, El-Sisi menyerukan “perhitungan (hukuman/pembalasan) terhadap negara-negara” yang mendukung dan mendanai teroris.

Dengan nada geram dia mengatakan, “Kami berada dalam kondisi konfrontasi panjang, kontinyu, dan menyakitkan, dan padanya jatuh banyak korban dari pihak tentara, polisi, hakim dan warga (Kristen) Koptik Mesir.”

Di tengah para menteri dan perwira tinggi angkatan bersenjata Mesir, el-Sisi menyerukan kepada bangsa Mesir, “Teguhlah, solidlah, kami dapat mengalahkan para teroris dan pengacau.”

Di pihak lain, kelompok teroris takfiri ISIS menyatakan bertanggungjawab atas serangan terhadap dua gereja yang terjadi Ahad kemarin tersebut, dan mengancam akan melancarkan serangan lanjutan dengan lebih sengit terhadap warga Kristen Mesir.

“Biarlah para salibis dan orang-orang murtad membayar tagihan besar berupa darah anak-anak mereka,” bunyi statemen ISIS.

Kelompok bejat ini menyatakan bahwa serangan itu dilakukan oleh dua anggotanya yang berkewarganegaraan Mesir dan menyamar dengan mengenakan seragam polisi dalam operasi serangan bom bunuh diri.

Situasi darurat diumumkan pemerintah Mesir untuk wilayah Sinai sejak Oktober 2014 yang sampai sekarang masa berlakunya selalu diperpanjang setiap tiga bulan.  (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL