iran parlemenTeheran, LiputanIslam.com – Kemarahan berbagai kalangan di Iran terhadap resolusi Parlemen Eropa tentang isu nuklir, demokrasi dan HAM Iran terus berlanjut dan ditandai dengan reaksi kecaman. Parlemen Iran, Majelis Syura Islam, Selasa (8/4) membalas resolusi Parlemen Eropa dengan merilis resolusi yang menilai resolusi Parlemen Eropa berbau intervensi terhadap urusan internal Iran. Penilaian ini dikemukakan sebagai tanggapan atas pernyataan Parlemen Eropa dalam resolusinya bahwa pemilihan presiden Iran yang berlangsung beberapa waktu lalu tidak memenuhi standar demokrasi.

Sebagaimana dilaporkan FNA, Majelis Syura Islam mengaku heran atas pernyataan Parlemen Eropa tersebut dan mengingatkan bahwa Baratl justru menerapkan standar ganda dalam menyikapi sistem-sistem pemerintahan karena semua orang mengetahui bahwa Barat menutup mata di depan beberapa negara yang jelas-jelas diktator dan tidak mengindahkan demokrasi.

Dari total anggota Majelis Syura Islam yang berjumlah 290 orang, 258 anggota telah meneken resolusi tersebut dalam sidang terbuka di Teheran, Selasa (8/4). Dalam pembukaan resolusi disebutkan, “Mengenai hubungan dengan Iran, Parlemen Eropa belakangan ini telah mengeluarkan sebuah resolusi yang meskipun mengandung beberapa poin positif tetapi secara umum menyalahi perkembangan hubungan antara Iran dan Uni Eropa serta merupakan sebentuk campurtangan dalam urusan internal Iran.”

Terkait proyek nuklir Iran, resolusi Majelis Syura Islam menyatakan bahwa politisasi program yang dijalankan untuk tujuan damai sesuai bingkai Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) itu adalah tindakan yang tidak fair. Dalam hal ini parlemen Iran juga mengingatkan bahwa negara ini mematuhi fatwa Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Ali Khamenei yang mengharamkan kepemilikan senjata nuklir.

Menanggapi isu pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Iran yang diangkat dalam resolusi Parlemen Eropa, Majelis Syura Islam pada pasal ke-4 resolusinya menegaskan, “Parlemen Eropa tidak memiliki kapasitas politik untuk membuat pernyataan tentang ini.” Di pasal yang sama Majelis Syura Islam mengingatkan soal noda hitam di kening sejarah dunia Barat dengan menyebutkan, “Sebagian negara Eropa telah memaksakan Perang dunia I dan II terhadap masyarakat dunia, melakukan pembunuhan massal, menerapkan sistem apartheid, imperialisme dan eksploitasi terhadap banyak negara Asia dan Afrika, menutup mata di depan tragedi Bahrain dan kekejaman teroris Suriah, dan melakukan intervensi militer di Afrika. Karena itu, Parlemen Eropa tidak patut membual dalam isu HAM dan mengritik Iran yang mengemban misi membela HAM sesuai pedoman hidup yang diajarkan Islam.” (mm/fna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL