parlemen irak ricuhBaghdad, LiputanIslam.com – Parlemen Irak sedang mengalami masalah besar dan terbelah menjadi dua kubu. Hal ini terkait dengan kabinet baru yang dibentuk oleh Perdana Menteri Irak, Haider Abadi.

Sebagaimana dilaporkan IRNA dari dalam gedung parlemen Irak di Baghdad, Rabu (13/4), satu kubu mendukung perombakan kabinet sedang kubu yang lain menentang dan menilainya ilegal. Kubu yang kontra perombakan ini sudah dua hari aksi protes dan mogok di dalam parlemen.

Kubu kontra itu sebagai besar adalah para anggota fraksi Sadr dan sebagian anggota beberapa fraksi lain. Mereka menganggap perombakan kabinet itu dan keputusan parlemen soal ini menyalahi amanat konstitusi Irak.

Anggota parlemen Irak Haytham al-Jabouri menyebutkan bahwa kubu yang kontra itu selain dari beberapa fraksi Syiah juga berasal dari fraksi-fraksi Sunni dan 12 orang dari fraksi Kurdi serta sekitar 7-8 anggota yang mewakili kelompok minoritas.

Dia menambahkan bahwa para anggota parlemen yang menyatakan protes itu bahkan telah mengumpulkan 114 tanda tangan untuk perombakan pimpinan pada tiga lembaga tinggi negara, yaitu presiden, perdana menteri dan ketua parlemen.

Menurutnya, kubu kontra itu juga secara sepihak telah menjadikan tokoh Sunni Iskandar Witwit sebagai ketua parlemen. Mereka juga menetapkan empat keputusan lain, termasuk perombakan pimpinan tiga lembaga tinggi negara, pendirian pemerintahan teknokrat independen, diakhirnya sistem pembagian kekuasaan, dan penyelenggaraan sidang luar biasa pada Rabu (13/4).

Mereka mengancam akan terus melancarkan aksi mogok di dalam gedung parlemen jika tuntutan mereka tidak ditindak lanjuti.

Karena itu, ketua parlemen Salim al-Jabouri menyerukan penyelenggaraan sidang luar biasa untuk membahas tuntutan kubu kontra, dan sebelum itu juga mengatakan bahwa sidang untuk pengambilan keputusan mengenai perombakan kabinet akan diselenggarakan pada Kamis (14/4).

Menurut catatan IRNA, baru sekarang parlemen Irak terbelah menjadi dua kubu. Fatalnya, lagi beberapa anggotanya bahkan mengambil keputusan sendiri dan secara terpisah dari ketua fraksi masing-masing dalam menyikapi perkembangan situasi politik di Negeri 1001 Malam ini. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL