polisi irakBaghdad, LiputanIslam.com – Para pejabat Irak mengecam keras pernyataan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS), Pentagon, bahwa kawanan bersenjata Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) sejauh ini hanya mundur dari satu persen wilayah Irak.

Para anggota parlemen Irak menyatakan bahwa dari pernyataan Pentagon itu tercium niat keji AS dengan cara meremehkan pasukan gabungan Irak dalam pengusiran ISIS dari provinsi Diyala dan Salahuddin.

“Laporan Pentagon mengenai perang melawan ISIS tidak obyektif dan merupakan upaya untuk memukul pihak Irak,” ungkap mereka, sebagaimana dikutip Alalam Senin (26/1/2015).

Menurut situs berita Irak Shafaqna, Said al-Matlabi, anggota Aliansi Nasional Irak (INA) mengatakan, “Saya berpendapat bahwa statemen itu merupakan kebijakan baru yang hendak diterapkan kalangan Republikan di AS, yaitu upaya mengirim pasukan darat.”

Secara terpisah, Ni’mat al-Abudi, petinggi pasukan relawan Irak (al-Hasyd al-Sya’bi) mengatakan, “AS bermaksud memberikan gaung besar untuk ISIS agar terkesan tidak ada siapapun yang dapat menghadapi ISIS kecuali AS. Padahal, ISIS kalah dan mundur teratur di depan relawan dan tentara Irak. ISIS menderita kekalahan besar di Jurf al-Sakhar, dan Diyalapun berhasil dibebaskan sepenuhnya.”

Dia menambahkan bahwa Washington sengaja memainkan peran negatif dengan cara membesar-besarkan ISIS banyak kawasan di Irak berhasil diamankan dan dibersihkan dari kawanan ISIS.

Para anggota parlemen Irak dari kalangan Kurdi juga mengaku terkejut mendengar pernyataan Pentahon tersebut, apalagi pihak AS tahu persis pasukan Kurdi Irak, Peshmerga berhasil membebaskan banyak kawasan di dekat kota Mosul.

Anggota parlemen Irak Syeikh Hammam al-Hamudi menyatakan bahwa pasukan koalisi pimpinan AS lebih mementingkan penonjolan ISIS daripada kepeduliannya untuk menyokong upaya bangsa Irak menumpas terorisme. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*