makam-rasulullah-sawKairo, LiputanIslam.com – Wacana yang mengemuka di Arab Saudi untuk memindahkan makam Nabi Besar Muhammad Saw di Madinah al-Munawwarah ke pemakaman Baqi mendapat kecaman keras dari para ulama dan pemikir Universitas al-Azhar dan menganggapnya sebagai ide yang hanya berkembang dari para penganut faham Salafi/Wahabi .

Sebagaimana dikatakan anggota Dewan Ulama Senior dan mantan rektor Universitas al-Azhar, Prof. Ahmed Omar Hashem, mereka menyatakan pemindahan itu sebagai tindakan haram.

“Tidak boleh dan tidak dibenarkan secara syariat pemindahan sisa jenazah Rasulullah saw. Ada teks (nash) syariat yang mengatakan bahwa semua rasul dimakamkan di tempat mereka wafat,” kata Hashem, sebagaimana dilansir al-Shorouk, Selasa (2/9).

Dia menambahkan bahwa makam Rasulullah saw sudah ditetapkan secara syariat, bersifat “rabbani” (sakral), dan tidak boleh diabaikan.

“Tidak boleh ada ijtihad ketika sudah ada nash, dan tidak boleh pula secara syariat maupun rasional dan tekstual memindahkan sisa jenazah Rasul saw dengan dalih pengembangan dan lain-lain,” tegasnya.

Seperti pernah diberitakan sebelumnya, harian The Independent, Inggris, melaporkan adanya wacana pembongkaran makam suci Nabi Muhammad (saw) dan memindahkan makam Rasul saw ke Baqi. Disebutkan bahwa proposal penghancuran itu adalah bagian dari dokumen konsultasi yang dibuat seorang akademisi Saudi terkemuka yang tak disebutkan namanya, dan telah beredar di kalangan para pejabat Masjid Nabawi.

Dalam dokumen sebanyak 61 halaman itu, disebutkan bahwa jasad Nabi Muhammad saw akan relokasi ke dekat pemakaman Baqi. Selain itu disebutkan rencana penghancuran kamar di sekitar makam yang dulu digunakan oleh Nabi (saw) dan anggota keluarganya. Kubah hijau pun tak luput dari rencana penghancuran. (Baca: Makam Nabi Akan Dihancurkan dan Jasadnya Dipindah ke Baqi)

Dr. Mahmoud Mohanna, anggota Dewan Ulama Senior al-Azhar, mengingatkan bahwa wacana itu sia-sia belaka dan bertentangan dengan sunnah dan pandangan para sahabat Nabi saw.

“Pemindahan sisa jenazah Rasul saw akan mengundang kekacauan (fitnah) besar, karena bumi tidak menelan jasad para nabi. Membuka pintu ini akan membuka pintu-pintu jahannam,” tegasnya,

Dia menambahkan, “Yang paling berbahaya dalam urusan ini ialah pembukaan pintu bagi pendustaan terhadap sunnah dan hadis, keraguan terhadap sabda-sabda Rasul dan perkataan para sahabat yang telah sampai kepada kita.”

Menurutnya, ide demikian hanya berasal dari para penganut faham Wahabisme.

“Ide demikian hanya khas faham Wahabisme dan pernah diserukan oleh Nasirudin al-Albani. Ide demikian ini keliru dan kami kita membenarkannya. (Sisa jenazah) Rasulullah saw tidak bisa dipindahkan dari tempat asalnya, dan satu-satunya makam yang teristimewa di dunia adalah makam Rasul saw,” paparnya.

Dia menyerukan kepada seluruh ulama yang tercerahkan supaya memerangi ide dan wacana yang dinilainya sebagai “janin gugur” tersebut.
Kecaman terhadap ide tersebut juga meluncur dari Dekan Fakultas Ushuluddin Universitas al-Azhar di Asyut, Mokhtar Marzouqi.

“Gagasan pemindahan jenazah Rasul saw dari tempat asal ke tempat lain adalah pandangan yang menampar umat Islam di semua tempat dan era. Tidak boleh seorang Muslim memiliki ide demikian, siapapun dia. Kita mengetahui dari sunnah Rasul saw bahwa para nabi disemayamkan di tempat di mana mereka wafat,” tandasnya.

“Pembongkaran makam mulia dan pengeluaran jenazah dari dalamnya, walaupun masih sebatas wacana, sudah merupakan kejahatan yang mengarah kepada fitnah besar yang tak dapat diketahui sejauhmana dampaknya kecuali oleh Allah SWT. Kita juga mengetahui bahwa fitnah itu sedang tidur pulas, dan semoga laknat Allah menimpa orang yang membangunkannya,” imbuhnya.

Dia juga mengingatkan, “Kami menegaskan kepada orang-orang itu, jangan sekali-kali berpikir untuk membongkar makam al-Mustafa saw dalam keadaan bagaimanapun dan dengan alasan apapun. Masalah ini sudah tertetapkan sedemikian rupa sejak zaman para sahabat sampai sekarang sehingga harus tetap terjaga demikian hingga hari kiamat.” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL