Manama, LiputanIslam.com – Dewan Ulama Bahrain merilis statemen menyatakan bahwa kekerasan rezim Bahrain belakangan ini di kawasan al-Diraz dilakukan dengan kerjasama Amerika Serikat (AS) dan Inggris.

Seperti dilansir FNA, Jumat (2/6/2017), statemen ini menegaskan, “Pembunuhan secara bengis di al-Diraz terjadi dengan kerjasama AS dan pengelolaan keamanan Inggris serta kerjasama regional.”

Mereka mengingatkan bahwa gelora pengorbanan rakyat Bahrain akan semakin berkobar jika rezim Bahrain semakin bertindak lancang terhadap simbol-simbol keagamaan. Menurut mereka, tindakan rezim Bahrain bermotif sektarian sehingga sangat berbahaya bagi nasionalisme dan persatuan di negara ini.

Mereka juga menegaskan bahwa blokade aparat Bahrain terhadap kawasan al-Diraz, tempat kediaman ulama besar Muslim Syiah Bahrain Syeikh Isa Qassim,  adalah blokade terhadap agama dan rakyat serta berdampak pula pada sektor perekonomian.

Mereka menjelaskan bahwa membuka satu jalur dan menutup jalur-jalur lain di kawasan itu hanyalah akal-akal rezim Bahrain untuk menutupi fakta militerisasi kawasan ini untuk memblokir Syeikh Isa Qassim.

Belum lama ini aparat keamanan Bahrain membubarkan massa yang sudah sekian lama berkonsentrasi di sekitar rumah Syeikh Isa hingga terjadi bentrokan yang menyebabkan enam warga meninggal dunia dan hampir 300 lainnya ditangkap. (mm/fna)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL