penduduk-aleppo-kaburWashington, LiputanIslam.com –   Para perwira militer sejumlah negara regional Timteng yang selama ini menjadi musuh Suriah disebutkan bercokol di Aleppo timur, Suriah utara, dan berusaha kabur bersama kawanan bersenjata melalui kesepakatan evakuasi kawanan pemberontak dan teroris ini dari kawasan yang sudah jatuh ke tangan pasukan pemerintah Suriah tersebut.

Hal ini diungkap oleh Duta Besar Suriah untuk PBB Bashar Jaafari dalam jumpa persnya, Senin (19/12/2016), sebagai reaksi penolakan terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB , sembari menyebutkan beberapa nama para perwira Israel, Arab saudi, Turki, Qatar, dan Yordania.

“Tujuan utama Dewan Keamanan ialah menyelamatkan para perwira asing yang berasal dari sejumlah negara,” katanya.

Dia menegaskan bahwa otoritas Suriah telah mengumpulkan data-data yang menunjukkan adanya banyak perwira asing yang bercokol di Aleppo timur dan kini berusaha kabur dari sana, dan ini yang menyebabkan Dewan Keamanan panik, apalagi sebagian perwira itu berasal dari sejumlah negara anggota dewan ini.

Menurutnya, draf resolusi yang diusulkan Perancis untuk menempatkan para pengawas internasional di Aleppo merupakan bagian dari agitasi anti Suriah dan kebencian terhadap perang negara ini melawan terorisme.

“Kami tidak berbicara mengenai pengadaan pasukan asing, melainkan tentang para pengawas yang ada di Suriah, sementara pemerintah Suriah dari dulu sampai sekarang memberikan perlindungan kepada elemen internasional,” imbuhnya.

Dia menyatakan sebagian negara anggota Dewan Keamanan PBB masih menyokong kawanan bersenjata yang telah membakar 25 bus yang dikerahkan untuk mengevakuasi penduduk Kafriya dan al-Fu’ah yang dikepung oleh kawanan bersenjata di bagia utara provinsi Idlib, dan pada aksi pembakaran itu kawanan tersebut bahkan juga telah membunuh dua pengemudi dan menculik tiga orang lainnya.  (Baca: Teroris Serang 20 Bus Evakuasi Penduduk Pro al-Assad di Idlib )

Dia juga menyebutkan bahwa kawanan teroris telah menggunakan anak kecil usia tujuh tahun untuk melancarkan aksi peledakan markas kepolisian di Damaskus.

Dewan Keamanan PBB Senin kemarin mensahkan draf resolusi pengerahan pengawas internasional di Aleppo untuk memantau jalannya evakuasi kawanan bersenjata dan warga sipil yang masih tersisa di Aleppo timur.

Sementara itu, sebanyak 3000 orang lagi berhasil dievakuasi dari Aleppo timur sebelum draf itu disahkan.  Ahmad al-Dabis, kepala persatuan dokter dan relawan yang terlibat dalam proses evakuasi mengatakan 3000 orang telah dievakluasi dengan menggunakan 20 unit bus ke bagian barat kota kedua terbesar di Suriah tersebut. (mm/alalam/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL