Tabqa, LiputanIslam.com –  Para pejuang anti-teroris di Suriah telah menemukan dan menyita peralatan perang milik Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dari tangan kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dalam operasi pembebasan kota Tabqa, provinsi Raqqa, Suriah utara.

Mengutip keterangan milisi Kurdi, kantor berita Sputnik milik Rusia saat melaporkan berita tersebut, Rabu 3/5/2017), menyatakan bahwa para pejuang yang tergabung dalam Pasukan Demokrasi Suriah (SDF) itu berhasil membebaskan sekira 80 persen wilayah kota Tabqa dari pendudukan ISIS.

Kota ini terletak di jalur strategis di 55 km barat kota Raqqa yang menjadi basis utama ISIS di Suriah, dan SDF memulai operasi pembebasan kawasan ini sejak November 2016.

Dalam peristiwa pembebasan beberapa kawasan lain si Suriah, termasuk Aleppo timur, juga telah ditemukan perlengkapan perang baru buatan negara-negara Barat yang belum sempat dipakai oleh ISIS dan Jabhat al-Nusra (cabang al-Qaeda di Suriah).

Seperti diketahui, sejak 2011 Suriah dilanda gejolak pemberontakan yang disusul dengan wabah terorisme kaum takfiri yang semuanya bergerak dengan berbagai bentuk dukungan dari Barat, Turki dan sejumlah negara Arab sekutu Amerika Serikat di Timteng.

Berbagai kelompok eksrimis dan teroris, termasuk ISIS, Jabhat al-Nusra, Ahrar Sham, dan Jaish al-Islam menebar amuk dan  kekerasan untuk menggulingkan pemerintahan presiden Suriah Bashar al-Assad yang bermusuhan dengan Israel dan didukung oleh Rusia, Iran dan Hizbullah. Perang besar yang berkobar di berbagai wilayah Suriah menelan korban jiwa sedikitnya puluhan ribu orang, serta menyebabkan tragedi pengungsian jutaan orang. (mm/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL