suriah-dan-tunisiaTunis, LiputanIslam.com –   Sekjen Gerakan Proyek Tunisia (Harakah Masyrou’ Tunis) Mohsen Marzouk dan sejumlah pejabat Tunisia dalam waktu dekat ini akan berkunjung ke Suriah untuk meminta maaf atas nama rakyat Tunisia kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad atas sikap Tunisia selama ini mengenai krisis Suriah. Demikian dikatakan sumber di gerakan tersebut dalam wawancara yang dimuat mingguan al-Sabah, Senin (26/12/2016).

Tanpa menyebutkan nama sumber itu, al-Sabah mengutip pernyataannya bahwa Marzouk akan berkunjung ke Suriah untuk mengucapkan selamat kepada al-Assad atas bebasnya kota Aleppo di Suriah utara dari pendudukan kawanan pemberontak dan teroris.

Dia menjelaskan bahwa Marzouk akan ke Suriah demi memperbaiki citra negatif orang-orang Tunisia akibat banyaknya warga negara ini yang menjadi ekstrimis dan teroris di Suriah dan Irak.

Sejak terjadi gejolak pemberontakan dan terorisme di Suriah, Tunisia tercatat sebagai negara yang warganya paling banyak menjadi anggota organisasi-organisasi teroris di Suriah. Para pejabat Tunisia mengatakan ada sekitar 3000 orang Tunisia yang ikut berperang bersama kelompok-kelompok teroris, terutama ISIS, namun laporan sebuah kelompok kerja PBB mencatat lebih dari 5000 orang. (Baca: Rakyat Tunisia Tolak Kepulangan Para Teroris)

Tunisia memutus hubungan diplomatiknya dengan Suriah pada Februari 2012, dan mengusir duta besar Suriah untuk Tunisia sebagai bentuk protesnya terhadap “penindasan “ al-Assad terhadap rakyat. Presiden Tunisia saat itu, Moncef Marzouki, menegaskan bahwa satu-satunya penyelesaian bagi krisis Suriah adalah turunnya al-Assad.

Namun, setelah partai Neda Tunis berkuasa, Menlu Tunisia Taieb Baccouche menyatakan bahwa negaranya akan mengembalikan perwakilan diplomatiknya di Damaskus.

“Kami akan mengirim perwakilan konsulat atau diplomatik kuasa usaha ke Suriah,” katanya, sembari menyatakan bahwa pihak Suriah dapat mengirim lagi dubesnya ke Tunisia.

Pada Juli 2015 sumber-sumber Kemlu Tunisia menyatakan Konsul Jenderal sudah ditunjuk untuk bertugas di Damaskus, hubungan diplomatik dengan Damaskus sudah dipulihkan, dan beberapa bulan sebelumnya delegasi diplomatik Tunisia sudah mulai menjalankan tugasnya di Damaskus.

Kantor berita resmi Tunisia, TAP (Tunis Afrique Presse) mengutip pernyataan berbagai sumber bahwa Tunisia sudah memulihkan hubungan diplomatiknya dengan Suriah dan menunjuk Ibrahim al-Fawari sebagai konsul jenderal Tunisia di Damaskus setelah tiga tahun hubungan diplomatik kedua negara terputus. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL