London, LiputanIslam.com –  Banyak pangeran, pejabat, mantan pejabat, dan pengusaha Arab Saudi yang ditangkapi dan ditahan di negara ini, namun mereka tak mendapat simpati dari dunia Arab maupun internasional. Mengapa?

Situs berita Ray Al-Youm, Selasa (21/11/2017), mencatat bahwa hal tersebut wajar karena para tahanan itu,  terutama Pangeran Waleed Bin Talal, merupakan kaum glamour yang miskin kepedulian kepada isu-isu sipil dan Hak Asasi Manusia (HAM).

Putera Mahkota Arab Saudi, Mohammad Bin Salman, berkat kekuasaan ayahnya, Raja Salman Bin Abdulaziz, telah menggerakkan gelombang penangkapan sejak awal bulan November ini dengan dalih memberantas korupsi yang merugikan negara sebesar puluhan miliar Dolar Amerika Serikat.

Meskipun keraguan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terhadap keabsahan gelombang penangkapan ini tak sampai menimbulkan adanya simpati dunia Arab dan internasional kepada para tahanan, namun ini bukan berarti aksi penangkapan itu mendapat respon positif dari dunia. Sebaliknya, Bin Salman cenderung mendapat kecaman karena terlalu kasar dalam bertualang di kancah politik dan militer Timteng.

Menurut Ray Al-Youm, berbagai lembaga peduli HAM internasional masih perlu mempelajari lebih jauh ihwal tuduhan yang diarahkan terhadap para tahanan. Sebab, Saudi adalah negara yang tertutup di ranah HAM, dan belakangan tersiar kabar adanya praktik penyiksaan terhadap tahanan namun sulit diverifikasi akibat ketertutupan itu.

Buruknya reputasi para pangeran Saudi selama ini di mata publik dunia Arab membuat mereka sulit mendapat simpati di depan kesewenangan Bin Salman. Mereka dikenal sebagai orang-orang yang bergaya hidup glamour.

Foto-foto Waleed Bin Talal dalam pesawat  dengan interior yang mewah berwarna keemasan dan aksinya mengobral bantuan dana jutaan Dolas AS ke lembaga-lembaga Barat, demikian pula kabar mengenai bagaimana Pangeran Bin Abdulaziz Bin Fahd menghamburkan kekayaannya di Perancis selatan, memberi gambaran akan latar belakang dan sebab mengapa publik Arab secara emosional menjaga jarak dari keduanya dan orang-orang semisalnya yang kini mendekam sebagai tahanan di tangan Bin Salman.  (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL