Amman, LiputanIslam.com – Menanggapi pernyataan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman bahwa kaum Yahudi berhak hidup aman di negeri mereka sendiri di Palestina, para netizen Yordania ramai-ramai mengusulkan supaya negara Yahudi dipindah ke Arab Saudi.

Ratusan aktivis medsos Yordania di Twitter dan Facebook membuat surat terbuka kepada Bin Salman berisikan usulan supaya dia “memperkenankan” kaum Yahudi membuat negara sendiri di desa-desa atau tempat-tempat seperti Khaibar dan Yatsrib yang dulu pernah ditinggali oleh kaum Yahudi.

Seperti pernah diberitakan, Bin Salman dalam wawancara yang dilansir majalah Amerika Serikat (AS) The Atlantic Senin lalu  mengatakan bahwa orang-orang Israel berhak hidup damai di negerinya di Palestina.

“Saya kira orang-orang Palestina dan Israel sama-sama berhak memiliki negeri masing-masing, tapi kita harus mencapai kesepakatan,” katanya saat menjawab pertanyaan apakah dia berkeyakinan bahwa bangsa Yahudi berhak memiliki negara dan tanah air meskipun di “sebagian kecil negeri leluhurnya”.

Pernyataan Bin Salman ini membangkitkan kemarahan di tengah masyarakat Yordania dan Palestina sehingga sebagian orang membuat surat terbuka dan tanggapan satire sedemikian rupa.

Yassir Yamin, misalnya, mengusulkan supaya dibuat negara Yahudi di kawasan Yamamah, Dumat al-Jandal, Dus, dan Khaibar.

Netizen lain bernama Abdullah Nasser mengingatkan bahwa kaum Yahudi pernah ada di Saudi lebih dari seribu tahun silam, bukan hanya 70 tahun seperti di Palestina.

Kalangan pengamat dan anggota parlemen Yordania juga melontarkan kecaman terhadap sikap Bin Salman dan menilainya sebagai pendahuluan bagi “normalisasi secara menyeluruh dan besar-besaran” Saudi di era barunya dengan Israel. Mereka menyatakan bahwa normalisasi ini sangat merugikan Yordania. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL