amerika marie harfNewYork, LiputanIslam.com –  Kementerian Luar Negeri (Kemlu) AS Selasa (2/6) menyatakan para diplomat seniornya telah mengadakan pertemuan dengan perwakilan gerakan Ansarullah (Houthi) di Muskat, ibu kota Oman, pekan lalu dalam rangka mendorong semua faksi Yaman agar berpartisipasi dalam konferensi perdamaian di Jenewa, Swiss.

New York Times (NYT) menyebut pertemuan pejabat AS dengan Ansarullah ini merupakan yang pertama kalinya dan dilakukan tak lama sebelum pembebasan jurnalis lepas AS, Casey L. Coombs, yang ditawan oleh “pemberontak” Yaman.

Juru bicara Kemlu AS Marie Harf menyatakan bahwa diplomat tinggi pemerintah AS untuk urusan Timur Dekat, Anne W. Patterson, telah mengadakan pertemuan di Oman pekan lalu untuk mendiskusikan kekerasan di Yaman dan masalah beberapa warga negara AS yang ditahan kelompok Ansarullah.

Kantor berita Jerman, DPA, memperkirakan ada tiga orang lagi warga negara AS, dua di antaranya keturunan Yaman dan satu lainnya keturunan Somalia, yang hingga kini masih ditahan Ansarullah.

Jubir Kemlu AS Merry Harf dalam konferensi mengatakan, “Semua pertemuan ini merupakan bagian dari interaksi komprehensif kami dengan kelompok-kelompok politik Yaman.”

Dia menambahkan, “Kami memanfaatkan pertemuan-pertemuan ini untuk memperkuat pandangan kami bahwa jalur politik merupakan satu-satunya solusi bagi Yaman, dan semua pihak, termasuk Ansarullah, harus berkomitmen pada proses politik yang dipimpin PBB.”

Disebutkan pula bahwa Patterson selaku ketua rombongan diplomat AS juga mendatangi Arab Saudi dan Jordania untuk membicarakan gencatan senjata di Yaman. Di Riyadh dia menemui presiden pelarian Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi dan para pejabat Yaman lain dalam pemerintahannya.

Menlu AS John Kerry di sela-sela perundingan nuklir di Jenewa, Swiss, Selasa kemarin juga telah berdikusi dengan sejawatnya dari Iran, Mohammad Javad Zarif, mengenai krisis Yaman.

Sementara itu, Program Pangan Dunia PBB (WFP) menyatakan pihaknya memerlukan donasi sebesar 43 juta Dolar AS/bulan untuk dapat melanjutkan penyaluran bantuan kepada rakyat Yaman yang menjadi korban perang di negara ini.

Juru bicara WFP Elisabeth Byrs menyatakan sebanyak 12 juta penduduk Yaman mengalami krisis bahan makanan, dan sebanyak lebih 2,5 juta pengungsi memerlukan donasi sebesar 43 juta Dolar AS yang hanya cukup untuk menyalurkan bantuan bahan makanan kepada mereka. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL