Khartoum, LiputanIslam.com –  Ribuan warga Sudan berkonsentrasi di markas militer negara ini di Khartoum untuk melanjutkan tuntutan mereka agar dewan militer yang telah mengambil alih kekuasaan dari mantan presiden Omar al-Bashir menyerahkannya kepada pihak sipil.

Para insinyur dan pencinta lingkungan Sudan pada hari Kamis (18/4/2019) turun ke jalan-jalan melakukan pawai di kementerian-kementerian terkait sebelum melanjutkan ke alun-alun di depan markas militer di mana demonstrasi telah berlangsung sejak pekan lalu dan terus menjadi pusat gerakan protes nasional.

“Kami perlu menggunakan kekuatan rakyat untuk mengambil alih lembaga-lembaga ini dan membebaskannya dari dominasi rezim lama,” ujar Argam Ahmed, seorang wakil insinyur dalam kelompok payung serikat pekerja dan sindikat – Asosiasi Profesional Sudan (SPA).

SPA, yang memimpin aksi protes, mengatakan kepada para pengunjuk rasa untuk tidak meninggalkan alun-alun sampai tuntutan mereka dipenuhi.

“Kami senang dengan apa yang telah kami capai sejauh ini, tetapi kami benar-benar mempercayai SPA. Jadi ketika diserukan agar kami harus bertahan di lapangan maka itulah yang akan kami lakukan,” kata Amir Abdul Rahman, seorang insinyur.

Tekanan baru para demonstran terhadap pihak militer itu terjadi satu minggu setelah penggulingan al-Bashir yang telah berkuasa selama tiga dekade.

Menteri Pertahanan Jenderal Ahmed Awad Ibn Auf mengundurkan diri setelah 24 jam sebagai kepala dewan militer ketika para demonstran menentang naiknya siapa pun yang terkait dengan rezim al-Bashir.

Dewan militer sekarang dipimpin oleh Jenderal Abdel Fattah al-Burhan, seorang prajurit karir yang kurang dikenal di luar kalangan militer.

Para pengunjuk rasa meminta militer menyerahkan kekuasaan kepada pemerintahan sipil yang akan memerintah selama empat tahun. (mm/aljazeera)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*