demo aktivis mesirKairo, LiputanIslam.com – Kelompok-kelompok revolusi Mesir menyerukan kontinyuitas unjuk rasa anti keputusan pengadilan Mesir membebaskan mantan presiden Hosni Mubarak, dua anaknya serta mantan menteri dalam negeri dan para stafnya dari tuntutan hukum atas terbunuhnya ratusan orang pada peristiwa revolusi 25 Januari 2011. Demikian diberitakan Alalam Minggu (30/11).

Sebelumnya, dua orang tewas dan 14 lainnya cidera akibat bentrokan polisi dan para aktivis pengunjuk rasa yang marah dan memrotes keputusan tersebut di Kairo, Sabtu (29/11). Dalam peristiwa ini polisi menembakkan gas air mata dan menggunakan water cannon untuk membubarkan konsentrasi massa di al-Tahrir Square di pusat kota Kairo.

Sumber keamanan menyebutkan bahwa jumlah massa aktivis revolusi mencapai sekitar 1000 orang dan bertambah besar setelah massa pendukung kelompok Ikhawanul Muslimin bergabung dalam aksi protes.

Kementerian Dalam Negeri Mesir menyatakan bahwa polisi membubarkan massa setelah beberapa orang simpatisan Ikhwanul Muslimin melakukan tindakan provokatif dengan melemparkan batu ke arah petugas.

Hal ini terjadi ketika pemerintah Mesir mengumumkan peringatan keamanan di sebagian besar kota negara ini, sementara para aktivis revolusi menyerukan supaya aksi protes anti pembebasan Mubarak terus digalang.

Pengadilan Mesir Sabtu lalu membebaskan Mubarak, 86 tahun, dari dakwaan telah melakukan konspirasi pembunuhan para demonstran dan dakwaan korupsi dalam pengadilan banding. Namun demikian, dia tetap masih mendekam dalam penjara selama tiga tahun sebagai hukuman atas kasus korupsi lain. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL