Members of the Libyan National Army (LNA) fire a tank during fighting against jihadists in Qanfudah, on the southern outskirts of Benghazi, on January 14, 2017.
Khalifa Haftar’s forces, which call themselves the Libyan National Army (LNA), have battled jihadists in second city Benghazi for more than two years and control key eastern oil export terminals. / AFP PHOTO / Abdullah DOMA

Tripoli, LiputanIslam.com –  Sedikitnya 141 orang yang sebagian besar di antaranya tentara loyalis panglima tertinggi pasukan ini, Khalifa Haftar, di Libya tewas dalam serangan di sebuah pangkalan udara selatan.  Demikian dikatakan oleh juru bicara pasukan ini, Ahmad al-Mesmari,  Jumat (19/5/2017).

Dia menjelaskan bahwa di antara para korban serangan dari pasukan rival ini juga terdapat warga sipil yang bekerja di pangkalan udara Brak al-Shati atau daerah sekitarnya.

Utusan PBB untuk Libya Martin Kobler mengutuk serangan milisi tersebut, dan menduga serangan itu dilakukan pasukan rival.

Dia mengingatkan bahwa jika laporan itu benar, maka “serangan tak beralasan  terhadappangkalan udara Buraq al-Shati” itu bisa menjadi kejahatan perang dan dapat dituntut oleh Pengadilan Kriminal Internasional.

Tentara Libya loyalis parlemen yang berbasis di timur, berjanji akan memberikan “respon “kuat” untuk serangan itu. Mereka meyakini serangan oleh milisi dari bagian barat negara ini.

Libya terpurukke dalam kekacauan setelah terjadi perang saudara pada tahun 2011 yang menggulingkan dan membunuh Presiden  Moammar Gaddafi. Negara kaya minyak ini sekarang dibagi antara  pemerintah dan milisi. (mm/alarabiya)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL