suriah markas al-nusraDamaskus, LiputanIslam.com – Di saat pasukan Kurdi kian terdesak oleh pasukan teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di kota Ain al-Arab atau Kobane di bagian utara Suriah, dalam dua hari terakhir telah terjadi perkembangan signifikan dalam pertempuran antara pasukan Suriah dan pasukan teroris Front al-Nusra di Rif Hamah.

Sebagaimana dilaporkan Fars News Agency (FNA), di Rif Hamah, kolonel Suhail al-Hassan yang tenar dengan julukan “Macan Suriah” kembali mencetak kemenangan besar. Pasukan Suriah yang dipimpinnya berhasil menguasai markas terbesar Front al-Nusra di kawasan Zour al-Mahrouka di bagian utara Rif Hamah. Hal ini menjadi perkembangan terbesar sejak pasukan pemerintah Suriah memulai operasi pembersihan Rif Hamah dalam satu bulan terakhir.

Seorang narasumber lapangan menjelaskan bahwa Zour al-Mahrouka merupakan kawasan pegunungan yang sangat strategis bagi kelompok-kelompok teroris karena menjadi titik penghubungan empat kawasan penting, yaitu Mahrada di barat, Taiba di selatan, Suran dan Morak di timur dan Lataminah di utara. Menurutnya, kawasan itu terhitung sebagai jalur vital dan akses logistik para teroris serta menjadi pangkalan operasi dan serangan mortir mereka ke kota-kota Mahrada, Tasuriah markas al-nusra2iba dan Suran.

Dia menambahkan bahwa pengontrolan dan pembersikan Zour al-Mahrouka dari kelompok-kelompok teroris merupakan salah satu misi utama pasukan Suriah di kawasan tersebut, dan dalam pembebasan kawasan ini mereka berhasil menguasai pangkalan yang merupakan terbesar Front al-Nusra di provinsi Hamah dan wilayah sekitarnya.

suriah markas al-nusra3Narasumber itu menjelaskan bahwa markas itu mencakup empat pusat komando kelompok-kelompok bersenjata yang terletak di dalam terowongan-terowongan di tebing-tebing bukit yang dibuat dengan mesin-mesin yang datangkan dari Turki.

“Masing-masing pusat komando ini memiliki lima terowongan bercabang dan bersebelahan satu sama lain dengan panjang 15 meter dan lebar 6 meter, yang satu sama lain dipisah oleh pintu-pintu gerbang. Masing-masing memiliki ruang terpisah yang dijadikan sebagai gudang amunisi, senjata dan perlengkapan tempur lainnya serta kamar-kamar khusus para komandan dan bahkan ada pula ruang-ruang khusus untuk menyekap dan menyiksa tawanan,” paparnya. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL