Riyadh, LiputanIslam.com – Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman (MbS) menghilang dari sorotan media sejak terjadi insiden tembak menembak di kawasan al-Khozama, Riyadh, tempat Istana Kerajaan Arab Saudi berada, pada 21 April lalu.

Sejak dinobatkan menjadi putra mahkota baru sekarang dia menghilang begitu lama dari sorotan media. Dia terakhir muncul di layar televisi pada tiga hari sebelum insiden al-Khozama, dan belakangan dia juga tidak terlihat dalam dua kali sidang terbaru dewan kabinet Saudi. Karena itu, berbagai spekulasi lantas bermunculan mengenai sebab kebersembunyiannya setelah sekian lama selalu menjadi buah bibir media akibat pernyatan-pernyataan kontroversialnya.

Spekulasi itu antara lain mengaitkan menghilangnya MbS dengan beberapa faktor yang membuatnya mengalami sebentuk tekanan sebagai berikut;

Pertama, pernyataan kontroversialnya yang mendukung dan mengakui eksistensi Israel di Palestina. Dukungannya telah membuat Israel semakin bernyali dalam menebar kejahatan terhadap rakyat Palestina. Rakyat Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza lantas mengangkat slogan-slogan kecaman terhadapnya, dan media Saudi kemudian sama sekali tidak meliput aneka peristiwa krusial di Palestina.

Kedua, kekalahan kelompok proksinya dalam pemilu parlemen Lebanon, dan kekalahan kelompok teroris dukungannya belakangan ini di Suriah, terutama selatan Damaskus.

Ketiga, agendanya menggalang perubahan yang menyalahi tradisi masyarakat Saudi dan cenderung sekular. Dia membukakan ruang kebebasan dengan tujuan mengalihkan perhatian publik dari diktatorisme kerajaan.

Keempat, insiden tembak menembak di kawasan Al-Khozama. Menurut banyak pengamat, seandainyapun peristiwa itu bukanlah kudeta tapi setidaknya telah mengubah kebiasaan MbS dan membuatnya lebih mengutamakan menjauh dari media, meskipun untuk sementara waktu. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*