saudi defected priceTeheran , LiputanIslam.com – Pangeran Khalid bin Farhan al-Saud dari Arab Saudi yang membelot dan tinggal di London, Inggris, sejak 2013 menyatakan dukungannya kepada seruan protes Puteri Sahar dan tiga adik perempuannya yang disekap dalam sebuah komplek keluarga kerajaan di Jeddah, Arab Saudi.

Puteri Sahar, 42 tahun, dan tiga saudaranya adalah puteri Raja Abdullah dari Arab Saudi. Dukungan Pangeran Khaled dinyatakan dua hari setelah Puteri Sahar menyerukan kepada masyarakat Saudi supaya melancarkan aksi protes anti rezim Saudi.

Sebagaimana diberitakan jaringan berita PressTV yang berbasis di Teheran Senin (28/4/2014), lewat status di Facebook, Pangeran Khalid menyatakan apresiasinya kepada Puteri Sahar dan adik-adiknya atas dukungan mereka kepada “kebangkitan rakyat tertindas di kota Qatif” di wilayah timur Arab Saudi.

Pangeran Farhan membelot dari keluarga kerajaan Arab Saudi sejak Juli 2013. Dia menyebut pemerintah Saudi sebagai rezim pembohong dan berlagak taat kepada hukum Islam. Ketika membelot dia menegaskan bahwa rezim Saudi tidak memikirkan apapun kecuali keuntungan pribadi serta mempedulikan negara dan kepentingan rakyat atau bahkan keamanan nasional.

Sedangkan Puteri Sahar dan tiga adik perempuannya yaitu Maha, Hala dan Jawaher adalah puteri Raja Abdullah bin Abdul Aziz. Beberapa waktu lalu mereka mengaku berada dalam kondisi tersekap dalam sebuah komplek keluarga kerajaan di Jeddah, dan tidak diperkenankan pergi ke manapun sejak 13 tahun silam.

Dalam sebuah pesan melalui rekaman video beberapa hari lalu dia mengatakan, “Selamat kepada para syuhada dan pejuang kebebasan di penjara. Adalah kehormatan bagi saya untuk mempelajari arti kebebasan, hak dan martabat dari kalian, rakyat revolusioner.”

Dia menambahkan, “Kami berjanji untuk mengikuti jejak kalian dan tidak akan melepaskan tangan kalian. Tangan Allah berada di atas kita. Kita belajar penentuan (masa depan) dari Ayatullah Nimr al-Nimr, sang guru bagi manusia merdeka, Atas dasar ini, kita akan terus melangkah maju di jalan ini dengan kehendak kita sendiri.”

Ayatullah Nimr al-Nimr adalah ulama Syiah Saudi yang dijebloskan ke dalam penjara karena menyerukan pembebasan para tahanan politik di negara ini. Dia diserang oleh pasukan keamanan Saudi hingga menderita luka dan ditangkap ketika sedang dalam perjalanan menuju rumahnya di Qatif  pada 8 Juli 2012.

Sejak November 2011 rezim Saudi digoyang aksi protes anti pemerintah di Qatif. Rezim Saudi menghadapi para pemrotes dengan represi hingga jatuh korban tewas sebanyak tujuh warga sipil dan beberapa korban luka. Para aktivis menyebutkan bahwa di Saudi juga terdapat lebih dari 30,000 tahanan politik. (mm/presstv/fna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL