BaitulMaqdis, LiputanIslam.com – Lima pemukim atau imigran Zionis Israel tewas sementara 13 lainnya terluka diserang warga Palestina dengan senjata tajam dan tembakan di dalam sebuah sinagog di kawasan Har Nof, Baitul Maqdis, Selasa pagi (18/11) sekitar pukul 7 waktu setempat. Demikian dilaporkan TV Israel Channel 2 dan harian Yedioth Ahronoth.

Dalam peristiwa ini dua warga Palestina pelaku serangan gugur syahid ditembak polisi Israel.

Koran Israel Haaretz melaporkan bahwa akibat serangan yang terjadi di sinagog Kehilat Yaakov di jalan Shimon Agassi itu empat orang Zionis menderita luka parah, dua luka sedang, dan dua lainnya luka ringan.

Juru bicara polisi Israel Luba Samri mengatakan dua pelaku serangan memasuki sinagog dengan membawa pisau, kapak dan senjata api lalu menyerang jemaat Yahudi sebelum kemudian dua pelaku itu terkapar ditembak polisi.

Menurut Samri, dua penyerang itu adalah warga Palestina dari Baitul Maqdis Timur.

Peristiwa itu terjadi di sinagog yang terletak di wilayah desa Deir Yassin, yaitu desa yang mengingatkan orang kepada salah satu aksi tersadis dan paling biadab yang pernah dilakukan kaum Zionis terhadap bangsa Palestina.

Ketika desa itu diduduki gerombolan Zionis pada tahun 1948, mereka membantai 107 warga Palestina, termasuk perempuan, anak kecil dan lansia. Sebagian sumber menyebutkan bahwa jumlah syuhada dalam peristiwa biadab itu mencapai 250 orang. Tragisnya lagi, gerombolan Zionis itu juga memutilasi janazah syuhada, mengoyak perut perempuan dan melemparkan anak kecil ke dalam tungku pembakaran yang sedang berkobar.

Serangan warga Palestina terhadap sinagog yang terjadi hari ini merupakan kelanjutan dari gejolak yang melanda Baitul Maqdis dan Tepi Barat sejak sekitar dua pekan lalu dan diperparah oleh peristiwa pembunuhan sekelompok pemukim Zionis terhadap pengemudi bus Palestina, Yousef Rammouni, 32 tahun, Ahad malam lalu (16/11) dengan cara menggantung korban di dalam bis. (Baca juga: Pasukan Israel Terapkan Kondisi Siaga Pasca Pembunuhan Sopir Palestina)

Gejolak melanda Baitul Maqdis dan Tepi Barat akibat aksi-aksi para ekstrimis Zionis untuk menduduki dan merebut Masjid al-Aqsa di Baitul Maqdis. Warga Palestina kesal karena aksi itu dibiarkan dan bahkan cenderung didukung oleh rezim Tel Aviv sehingga memicu bentrok antara pemuda Palestina dan aparat Israel.

Rezim Zionis itu bahkan sempat berencana untuk membagi waktu kunjung ke Baitul Maqdis, sebagian untuk warga Yahudi dan sebagian untuk warga Palestina, padahal selama ini tidak pernah terjadi pembagian sedemikian rupa karena sejak dulu Baitul Maqdis memang merupakan tempat suci umat Islam.

Sementara itu, Gerakan Perlawanan Islam Palestina Hamas menyambut gembira serangan terhadap sinagog tersebut dan menyebutnya sebagai balasan terhadap pembunuhan al-Rammouni. Hamas juga menyerukan kepada warga Palestina untuk melanjutkan aksi-aksi serupa demi melawan kezaliman Israel.

Sambutan dan seruan senada juga dinyatakan oleh gerakan Jihad Islam Palestina. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL