israel jerussalemRamallah, LiputanIslam.com – Suhu politik Palestina memanas secara drastis menyusul kelancangan dan aksi nekat rezim Zionis mengumumkan penutupan sementara komplek Masjid al-Aqsa. Berbagai kalangan di Palestina serta Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan gerakan Hizbullah Lebanon angkat bicara mengutuk kelancangan Israel tersebut.

Kepala otoritas Palestina Mahmoud Abbas yang semula terlihat sangat berhati-hati dan tidak mengaitkan berbagai insiden yang terjadi di Baitul Maqdis (Jerussalem) dengan intifadah (kebangkitan rakyat Palestina melawan Israel) Kamis kemarin (30/10) malah menyebut kata-kata “perang”.

“Tindakan Israel memanaskan situasi di al-Quds (Baitul Maqdis) dan menutup Masjid al-Aqsa tak ubahnya dengan pernyataan perang terhadap bangsa Palestina, bangsa-bangsa Arab dan umat Islam,” tegasnya, sebagaimana dilaporkan TV Alarabiya Kamis kemarin (30/10).

Kata perang juga meluncur dari Juru Bicara Otoritas Palestina Nabil Abu Rudeineh. Sebagaimana dilansir situs pemberitaan Zad al-Urdun, dia menyebutkan meningkatnya kesewenang-wenangan Israel di Baitul Maqdis sebagai keadaan yang sangat berbahaya dan tak ubahnya dengan pernyataan perang secara terbuka terhadap rakyat Palestina.

Seperti pernah diberitakan, sejak Kamis pagi kemarin Israel mengumumkan penutupan sementara Masjid al-Aqsa menyusul peristiwa penembakan terhadap seorang rabi ekstrim Yahudi, Yehuda Glick. (Baca juga: Untuk Pertama Kalinya, Israel Umumkan Penutupan Masjid al-Aqsa)

Menurut laporan Alarabiya, pemerintah Jordania turun tangan dengan menghubungi pihak Israel dan mengingatkan Tel Aviv soal kemarahan berbagai pihak atas penutupan Masjid al-Aqsa.

Organisasi Konferensi Islam (OKI) juga angkat bicara dan menyebut tindakan Israel sebagai pelanggaran hak orang-orang Palestina.

“Tindakan ini merupakan pelanggaran terhadap hak keagamaan orang-orang Palestina. Tindakan ini secara langsung telah membangkitkan sensitivitas umat Islam,” kata Sekretaris Jenderal OKI, Iyad bin Amin Madani, sebagaimana dikutip al-Youm al-Sabea.

Dia menambahkan, “Penutupan Masjid al-Aqsa pada hakikatnya adalah agresi terhadap hak keagamaan orang Palestina, dan dengan tindakan ini Israel juga telah melangkahi semua undang-undang dan piagam internasional.”

Dia mengingatkan bahwa tindakan itu tidak bisa ditolerir sehingga dapat memancing ledakan situasi di Timteng. Karena itu dia meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) supaya turun tangan mengatasi kesewenang-wenangan Israel tersebut.

Reaksi tak kalah tegasnya ditunjukkan oleh Gerakan Islam Palestina, Hamas. Izzat al-Rishq, salah satu petinggi Hamas memastikan bahwa bangsa Palestina tidak akan diam di depan kejahatan Israel tersebut.

“Rezim Zionis tidak memiliki hak apapun atas Masjid al-Aqsa sehingga bermaksud menutupnya dan melarang jemaah mendirikan shalat di dalamnya. Masjid ini adalah properti Islam untuk selamanya, dan upaya rezim ini untuk mengubah statusnya pasti gagal,” tegasnya, sebagaimana dilansir The Palestinian Information Center.

Dia menambahkan, “Bangsa Palestina tidak akan diam di depan kejahatan ini. Mereka akan bangkit menghadapi mesin-mesin perang rezim Zionis serta berjuang bersama bangsa-bangsa Muslim dan para pendamba kebebasan dunia lainnya demi membela al-Quds dan Masjid al-Aqsa.”

Dia menyerukan kepada negara-negara Arab dan Islam supaya mengerahkan segenap kemampuannya untuk membela masjid yang sangat disucikan oleh umat Islam tersebut.

Dalam perkembangan terbaru yang dilaporkan oleh berbagai media Palestina, Hamas menyerukan kepada segenap penduduk Palestina di Tepi Barat supaya berunjuk rasa usai shalat Jumat hari ini (31/10) dengan slogan “Kami semua siap berkorban demi engkau, al-Aqsa”. Hamas meminta supaya penduduk Baitul Maqdis tidak dibiarkan berjuang sendirian.

Gerakan Hizbullah di Lebanon turut mengeluarkan statemen pada Kamis malam mengutuk kelancangan Israel serta menyerukan kepada segenap pihak supaya mendukung dan membantu perjuangan rakyat Palestina. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL