Islamabad, LiputanIslam.com –  Pemerintah Pakistan menyatakan pihaknya tetap melanjutkan hubungan perdagangannya dengan Iran meskipun Amerika Serikat (AS) mengembargo Iran dan mengancam negara-negara lain yang menjalin hubungan perdagangan dengan Iran.

Jubir Kemlu Pakistan Mohammad Faisal dalam jumpa pers mingguannya, Jumat (10/8/2018), menyatakan bahwa Pakistan sebagai negara berdaulat menentukan sendiri segala keputusan mengenai aktivitas ekonomi dan perdagangan resminya.

Karena itu, imbuh Faisal, Pakistan akan terus melanjutkan hubungan dagang dan ekonominya dengan Iran yang merupakan negara jirannya, dan kedua negara ini juga bekerjasama dalam berbagai isu regional dan global, terutama dalam upaya mencarikan jalan penyelesaian bagi instabilitas di Afghanistan.

Pemimpin Tehreek-e-Insaf Pakistan yang dua pekan lalu menang pemilu parlemen ini telah mencantumkan Iran dalam daftar negara “mitra tradisional” Pakistan dan berjanji akan mengembangkan hubungan Islamabad-Teheran.

AS Selasa pekan lalu mulai menerapkan embargo gelombang pertamanya terhadap Iran dengan tujuan menambah tekanan terhadapnya setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan keluar dari perjanjian nuklir Iran yang diteken oleh Iran dan negara-negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman pada tahun 2015.

Embargo tahap pertama ini membidik sistem keuangan Iran, termasuk pembelian mata uang Dolar AS oleh pemerintah Iran, perdagangan emas, dan penjualan dokumen-dokumen negara Iran. Trump menyebut embargo ini sebagai pukulan yang paling telak terhadap Iran, dan gelombang embargo kedua rencananya akan diberlakukan mulai awal-awal November mendatang dengan target menghentikan ekspor bahan bakar Iran. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*