pakistan nawaz sharifLondon, LiputanIslam.com – Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif menyatakan negaranya siap melanjutkan peranannya sebagai mediator antara Iran dan Arab Saudi, dan menegaskan bahwa pihaknya sudah mengadakan pembicaraan dengan Teheran dan Riyadh, namun masih menantikan tanggapan keduanya. Menanggapi insiatif Pakistan ini, Iran menyatakan bola ada di pihak Saudi.

Sebagaimana dilaporkan al-Alam, Senin (25/1), hal itu dia kemukakan Nawaz Sharif kepada wartawan saat tiba di London, Inggris.

Menurut Sharif, begitu menerima tanggapan dari Teheran dan Riyadh, maka Pakistan akan segera melanjutkan mediasinya untuk meredakan ketegangan hubungan Iran – Saudi menyusul peristiwa eksekusi ulama Syiah Saudi Syeikh Nimr Baqir al-Nimr oleh otoritas Saudi.

Dia menambahkan bahwa Pakistan sudah mengajukan usulan yang sepenuhnya merupakan inisiatif Islamabad sendiri tanpa ada negara lain yang meminta supaya Pakistan supaya memainkan peranan ini.

Perdana Menteri Pakistan dan komandan Angkatan Bersenjata Pakistan pekan lalu berkunjung ke Iran dan Saudi. Usai mengadakan pertemuan dengan Presiden Iran Hassan Rouhani, Perdana Menteri Nawaz Sharif mengatakan bahwa Iran sepakat untuk menunjuk utusan khusus guna menindak lanjuti mediasi antara Teheran dan Riyadh. Sharif juga mengaku telah meminta Saudi juga menunjuk utusan khusus dalam rangka ini.
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Hossein Jaber Ansari menegaskan bahwa kebijakan negaranya solid terkait dengan upaya-upaya mediasi hubungan Teheran – Riyadh.

Dalam jumpa pers mingguannya di Teheran, ibu kota Iran, Senin (25/1) saat menyinggung kunjungan Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif ke Iran dia juga mengatakan bahwa mediasi apapun hanya akan berhasil apabila Saudi bersedia mengubah kebijakannya yang “kasar” di kawasan Timur Tengah dan terhadap Iran.

“Perdana Menteri Pakistan mengikuti sejumlah isu dan menyatakan kesiapannya menjadi perantara antara Iran dan Saudi. Kami sendiri menyatakan menyambut baik mediasi negara-negara sahabat dan saudara. Hanya saja, keberhasilan media itu bergantung pada perubahan kebijakan Saudi yang cenderung membangkitkan ketegangan dan krisis,” ujarnya, seperti dilansir al-Alam.

Dia menambahkan, “Saudilah yang memutus hubungannya dengan Iran. Karena itu Saudi harus menyatakan kesiapannya untuk berubah, namun sampai sekarang Saudi tidak memperlihatkan sinyalemen apapun soal ini.” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL