Pakar Saudi Nayef bin Khalid al-Wiqa’

Kairo, LiputanIslam.com –  Pakar politik Arab Saudi Nayef bin Khalid al-Wiqa’ menyatakan negaranya memiliki rudal DF-3 buatan Cina yang dapat menghancurkan separuh Teheran, ibu kota Iran. Pernyataan ini mengundang kontroversi dan kecaman dari para aktivis Mesir di medsos, sementara di Iran sendiri belum ada komentar apapun.

Dalam acara talk show dengan channel 24 milik Arab Saudi, Sabtu lalu (18/2/2017), dia mengatakan, “Iran tidak akan merudal Saudi karena Iran mengerti bahwa Saudi memiliki rudal (DF-3) yang dapat menghancurkan separuh Teheran.”

Dosen bidang akidah yang juga anggota Dewan Perguruan Tinggi Militer King Khalid ini menjelaskan bahwa DF-3 dapat membawa beberapa hulu ledak; “pertama tradisional seberat 2 ton, dan yang lain bisa mencapai 3 megaton.”

“Dalam kondisi demikian Iran tidak akan bertualang dengan mengirim rudal Shahab 3 ke arah kota-kota Kerajaan (Saudi) yang tidak akan menimbulkan kehancuran kecuali 3-4 rumah saja, sedangkan (DF-3) Saudi dapat menghancurkan separuh Teheran,” katanya.

Rudal Saudi DF-3

Dia menambahkan, “Saudi juga memiliki rudal Cruise yang tak dimiliki negara manapun di Timteng kecuali Saudi, dan rudal ini bahkan dapat dikendalikan setelah peluncurannya.”

Sementara itu, pernyataan Khalid al-Wiqa’ mengundang kecaman dari para aktivis Mesir. Mereka antara lain menyoal mengapa rudal itu harus dikaitkan dengan negara Islam besar lain.

“Iran bukan musuh kita, musuh kita adalah rezim Zionis (Israel),” tulis jurnalis Mesir Ibrahim Khalid di Twitter. Dia menganjurkan pemerintah Mesir agar turun tangan meredakan pertikaian antaranegara Islam di Timteng.

Penulis Mesir Walid al-Sheikh berkomentar dengan menyebut pernyataan pakar Saudi itu menunjukkan adanya koalisi Arab dengan Israel anti Iran, dan tak ubahnya dengan pernyataan perang Saudi terhadap Iran.

Rudal-rudal balistik buatan Iran

Beberapa aktivis medsos membully al-Wiqa’, antara menyebutkan bahwa dia berbicara lebih besar dari mulutnya. Mereka balik menyatakan bahwa satu rudal Iranlah yang dapat menghancurkan Riyadh secara keseluruhan.

Foreign Policy pernah melaporkan bahwa rudal-rudal DF-3 dimiliki Saudi sejak 1980. Saat itu Emir Khalid bin Sultan yang menjadi panglima Angkatan Udara Saudi berkunjung ke Cina untuk membeli rudal jarak menengah DF-3 sebagai persiapan untuk mengantisipasi konfrontasi dengan negara jirannya, Iran yang baru meraih kemenangan revolusi Islam.

Rudal DF-3 sepanjang 22.47 meter dengan diameter 2.25 meter dan berat murni -setelah peluncuran- sekira 65 ton ini dipamerkan Saudi pertama kalinya pada tahun 2014.

Jarak tempuh DF-3 mencapai 2650 km dengan akurasi radius 1000 meter dan dapat membawa hulu ledak nuklir seberat 2150 kg. (mm/huffpostarabi/almowaten/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL