anti isisMoskow, LiputanIslam.com –  Amerika Serikat (AS) yang memimpin koalisi internasional anti ISIS selama ini berusaha membesar-besarkan peranannya dalam penumpasan kawanan teroris yang mengatas namakan agama Islam tersebut. Namun demikian, tak sedikit pengamat memandang apa yang dilakukan tentara AS di lapangan hanyalah menggempur pangkalan-pangkalan ISIS yang dipastikan mengancam interes Washington di Timur Tengah. Karena itu, menurut mereka, ISIS tidak akan tertumpas oleh koalisi internasional jika tidak melibatkan Rusia, Cina, Iran, Suriah dan Mesir.

Dalam hal ini, pakar Rusia dari The Institute of World Economy and International Relations, IMEMO, Stanislav Ivanov, menyebutkan bahwa bagaimanapun juga Suriah dan Iran harus dilibatkan perang melawan ISIS.

 “Jika kita dapat menyelaraskan segenap upaya kita dalam pemberantasan ISIS, yakni dengan bantuan masyarakat internasional, AS dan Presiden Suriah Bashar al-Assad, baru kita memberikan langkah penting,” ujar periset Rusia di bidang keamanan internasional tersebut, sebagaimana dilaporkan lembaga pemberitaan Rusia Sputnik, Kamis (19/2/2015).

Dia menambahkan , “Harus pula kita ingat bahwa perang melawan kelompok-kelompok teroris harus melibatkan Iran.”

Secara terpisah, direktur Center for the Partnership of Civilizations pada  Moscow State Institute of International Relations (MGIMO), Veniamin Popov, mengaku sependapat dengan Ivanov.

Dia mengatakan bahwa kejahatan ISIS akan berkurang jika tergalang kerjasama yang melibatkan semua pihak, termasuk Iran, Suriah dan Mesir.

“Tanpa Rusia, Cina, Iran, Suriah dan Mesir kejahatan ISIS yang mengancam masyarakat manusia, termasuk orang-orang Amerika Serikat, tidak akan bisa dibendung. Karena itu kita harus kompak,” katanya. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL