Moskow, LiputanIslam.com –  Analis militer Rusia Konstantin Sivkov menyatakan bahwa serangan rudal segi tiga Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Perancis terhadap Suriah pada 14 April lalu justru berubah menjadi pukulan telak bagi pamor AS karena meruntuhkan mitos yang berkembang selama ini mengenai rudal Tomahawk.

Seperti dilansir laman Vpk News, Sivkov yang juga menjabat  sebagai Ketua Akademi Problema Geopolitik menjelaskan bahwa AS telah melesatkan sekira 50 – 60 rudal bersayap Tomahawk dari kapal penjelajah dan kapal destroyer, serta antara 25 – 62 rudal yang sama oleh angkatan udara AS, dan kemungkinan kuat rudal-rudal itu berjenis GBU-38 dan AMG-158.  Sedangkan Inggris meluncurkan 8 rudal jenis Storm Shadow/SKALP melalui jet tempur Panavia Tornado.

Sivkov merinci bahwa semua rudal itu terkendali, berkecepatan di bawah kecepatan suara, dan menurut Kemhan Rusia,  dari 32 rudal yang lolos dari sergapan rudal pertahanan udara Suriah, hanya 10-15 rudal saja yang mengena sasaran, itupun dengan tingkat kerusakan yang tidak seberapa besar.

Para pakar militer, lanjutnya, tak pernah menduga sistem pertahanan udara kuno Uni Soviet yang dimiliki Suriah, termasuk S-125, S-200, dan Kvadrat dapat melakukan “keajaiban” sedemikian rupa, sebab rudal Tomahawk terkesan memiliki performa tempur yang sangat tinggi dalam berinteraksi dengan sistem-sistem pertahanan udara demikian, dan tingkat kerusakannyapun ternyata tidak sampai 20%.

Menurutnya, kelemahan ini terjadi karena panjangnya durasi jelajah rudal yang molor hingga sekira setengah jam, dan juga karena kerentanannya dalam perang elektronika sehingga gampang tercegat, apalagi militer Suriah sudah cukup terlatih oleh para pakar Rusia.

Sivkov berkesimpulan bahwa AS gagal dalam serangannya ke Suriah karena justru menjadi pukulan telak bagi pamornya. (mm/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*